Jangan Anggap Sepele Nyeri di Wajah, Hati-hati Trigeminal Neuralgia

Ilustrasi wanita.
Ilustrasi wanita.
Sumber :
  • Pixabay/422694

VIVA – Rasa nyeri pada bagian wajah seringkali dianggap sepele dan bisa hilang dengan sendirinya. Padahal, itu bisa jadi trigeminal neuralgia, yang jika dibiarkan akan bertambah parah hingga berujung depresi dan bunuh diri.

Sederhananya, menurut pakar nyeri dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, trigeminal neuralgia merupakan sebuah kondisi medis di mana terjadi nyeri bersifat kronik lebih dari 3 bulan yang bersumber dari gangguan pada saraf trigeminal. Sehingga menyebabkan sensasi rasa nyeri di bagian wajah.

"Jadi saat Anda mengalami kondisi ini, stimulasi kecil di wajah seperti sentuhan, tersenyum atau aktivitas sehari-hari seperti menyikat gigi bahkan mengaplikasikan make-up atau bersolek di daerah wajah akan mencetuskan terjadinya rasa sakit yang luar biasa," kata dia di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 27 September 2018.

Ia menjelaskan, nyeri trigeminal terjadi ketika ada kontak antara pembuluh darah arteri atau vena dengan saraf trigeminal. Kontak inilah yang kemudian menekan saraf dan menyebabkan gangguan fungsi.

"Awalnya pasien merasakan nyeri di wajah yang terjadi secara spontan, dalam waktu yang singkat. Namun kondisi ini, lama kelamaan bisa berkembang lebih berat, dari sisi nyeri yang dialami pasien dan juga waktu serta intensitas munculnya nyeri," kata Mahadian.

Ia melanjutkan, trigeminal neuralgia dapat terjadi akibat adanya proses penuaan atau dapat dikaitkan dengan multiple sclerosis atau penyakit sejenis yang menyebabkan kerusakan selubung mielin yang berfungsi melindungi saraf.

Beruntung, dengan berkembangnya teknologi kedokteran saat ini, ada beberapa pilihan terapi yang dapat dilakukan untuk pasien trigeminal neuralgia, seperti pemberian obat-obatan, suntikan dan operasi serta teknologi minimally invasive seperti radiofrekuensi ablasi. Sehingga ini dapat meningkatkan kualitas hidup pasien karena terbebas dari rasa sakit. (ase)