Beras Berisiko Mengandung Arsenik, Ini Bahayanya

Ilustrasi beras.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

VIVA – Hampir setiap hari mayoritas masyarakat Indonesia mengonsumsi beras atau nasi. Bahkan orang Indonesia mengenal ungkapan, ‘Belum makan kalau belum makan nasi’.

img_title Bukan Cuma Beras dan Cabai, Ini Daftar Barang yang Bikin Pengeluaran Makin Mahal

Tapi Dr Zheng Zou dari Indiana University dalam sebuah riset terbarunya menyebut bahwa beras berisiko mengandung arsenik. Hal tersebut terungkap setelah ia menganalisis 143 artikel, dan melihat ke dalam bioaccessibility (seberapa mudah perut untuk menyerap) arsenik dalam beras.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari The Sun, Kamis, 6 Desember 2018, arsenik adalah unsur kimia yang ada di banyak mineral. Terlalu banyak mengonsumsinya dapat menyebabkan keracunan arsenik. Gejala keracunan ini dimulai dengan sakit kepala, kebingungan, diare berat dan mengantuk.

img_title Perketat Pengawasan Beras SPHP, Amran Minta Mafia Pangan Dihukum Berat: Harus Diberantas!

Paparan rutin terhadap sejumlah kecil arsenik juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kandung kemih, paru-paru dan kulit, serta penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Tak hanya itu, arsenik juga diduga memiliki efek yang merugikan pada sistem kekebalan tubuh bayi di dalam kandungan.

Untuk menurunkan tingkat kandungan arsenik dalam beras, penting untuk mengolahnya dengan benar. Salah satu caranya ialah dengan membilas beras dengan seksama sebelum dimasak dan kemudian memasaknya menggunakan rasio enam cangkir air untuk satu cangkir beras.

img_title Beras SPHP untuk Rakyat Malah Dijual Rp17 Ribu per Kg, Negara Sampai Rugi Miliaran!

Cara itu mungkin dapat mengurangi nilai gizi dari beras, namun juga akan menurunkan tingkat kandungan arsenik.

Ilustrasi beras/nasi.

25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Bapanas Setop Sementara Izin PSAT

Bapanas menghentikan sementara izin edar beras fortifikasi setelah 25 dari 27 merek diduga melanggar ketentuan administrasi, mutu, dan kandungan gizi.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut