Studi: Rutin Bercinta Bisa Redakan Stres

Ilustrasi bercinta.
Sumber :
  • Pexels/Pixabay

VIVA – Sudah jadi hal umum bahwa rutin bercinta memiliki manfaat baik bagi kesehatan. Selain membakar lemak, rutin bercinta ternyata juga mampu menurunkan tingkat stres.

img_title Sering Begadang dan Banyak Pikiran? 3 Perubahan Ini Bisa Muncul di Kulit

Baru-baru ini sebuah penelitian menyebut bahwa berhubungan seks secara teratur, ternyata juga dapat mengurangi tekanan darah dan menurunkan risiko stroke. Bahkan disebut juga efeknya cukup mirip dengan obat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut disebutkan bahwa orgasme intens juga dapat mengurangi tekanan darah hingga 13 persen, para ilmuwan Amerika melaporkan, semakin menyenangkan orgasme maka semakin rendah tekanan darah terhitung sehari setelah bercinta.

img_title Bukan Boros, 8 Barang Ini Jadi ‘Pelarian’ Gen Z dan Milenial saat Stres

Dilansir laman The Sun, para peneliti itu percaya bahwa berhubungan dapat meningkatkan hormon oksitosin yang mampu kurangi stres. Tetapi tim Universitas Negeri Georgia memperingatkan bahwa masturbasi tidak memiliki efek yang sama.

Penelitian dalam jurnal Sexual Medicine melihat bahwa relawan melakukan hubungan seks sambil mengenakan monitor jantung yang melacak panjang kinerja dan kalori yang terbakar. Mereka juga ditanyai tentang intensitas orgasme dan memberikan peringkat dari 66 menjadi 106, dengan rata-rata 87.

img_title Diet Gagal Berulang Kali? Mungkin Bukan Kurang Disiplin, Ini Faktor yang Perlu Diperhatikan

Para peserta memiliki tekanan darah sistolik rata-rata 115 mmHg pada awal tes. Setelah berhubungan seks turun hingga 17 mmHg. Peserta menghabiskan 13 menit berhubungan seks, membakar 190 kalori.

Lebih jauh, Jeremy Pearson dari British Heart Foundation mengatakan bahwa kurang melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan berkontribusi pada satu dari enam kematian.
 

Ilustrasi stres berat.

Pil Ekstasi Boleh Dipakai untuk Atasi Stres Berat

Selandia Baru resmi mengizinkan penggunaan MDMA (ekstasi dan molly) kelas farmasi untuk mengobati penderita gangguan stres pascatrauma (PTSD). Australia sudah melakukan.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut