Jamu Disebut Bisa Cegah Kanker, Benarkah?

Air Rebusan Kunyit
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Khasiat tanaman bajakah untuk penderita kanker sempat ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu. Belakangan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sempat menyebut bahwa bajakah sendiri memang memiliki potensi, meski perlu diteliti lebih lanjut. 

img_title Dari Deteksi Dini hingga Pengobatan, Ini Tantangan Layanan Kanker di Kawasan Industri Bekasi

Indonesia sendiri sebenarnya juga terkenal dengan ratusan tanaman herbal yang berkhasiat untuk kesehatan salah satunya untuk mencegah kanker. Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI Dr dr Ina Rosalina, SpA(K), M Kes, MHKes, bahwa dalam Formularium Obat Herbal Asli Indonesia, memang ada sejumlah tanaman asli Indonesia yang memiliki kandungan antioksidan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jamu itu lebih ke arah pronotif preventif. Karena jamu membuat daya tahan tubuh kuat. Sehingga tidak mudah sakit. Jamu tidak menyebabkan kanker justru membantu membuat staminanya bagus saat sakit kanker," ungkap Ina saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Januari 2020. 

img_title Kanker Langka Mengintai 1 dari 5 Pasien, Kenali Jenis-jenisnya

Meski demikian, Ina menekankan bahwa jamu yang dikonsumsi haruslah yang telah terbukti aman, dan terbukti secara empiris. Selain itu, lanjut Ina, jamu sendiri tidak boleh dipromosikan untuk menyembuhkan penyakit. 

"Jamu itu berkhasiat ketika orang itu dalam kondisi sehat. dan ada peraturannya untuk tidak menjual jamu untuk mengobati penyakit," kata Ina. 

img_title Dukung Penanganan dan Pencegahan Kanker, Inhealth Lakukan Ini

Senada dengan Ina, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit-Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono juga mengatakan bahwa jamu memang baik untuk pencegahan penyakit, termasuk kanker. Namun, Anung menggaris bawahi, bahwa selain mengonsumsi jamu juga tetap harus menjalankan gaya hidup sehat. 

"Ini jamu sebagai pencegahan dan juga gaya hidup yang kesehatan harus jadi satu kesatuan. Ini karena kalau sudut pandangnya enggak pas tidak akan mengena (pesannya)," ungkap Anung. 

Kol goreng

Menkes Budi Peringatkan Bahaya Kol Goreng, Singgung Risiko Kanker dan Kolesterol

Kol goreng menjadi salah satu pelengkap favorit saat menyantap ayam atau lele penyet. Rasanya yang gurih dengan tekstur renyah membuat banyak orang suka.

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut