Waspada Penularan Varian Corona, Ini 7 Tips Pencegahannya

Ilustrasi COVID-19/virus corona
Sumber :
  • Pixabay/geralt

VIVA – Perkembangan varian COVID-19 terbaru yakni B.1.1.529 memicu kekhawatiran baru menjelang akhir tahun ini yang diduga adanya gelombang ketiga di Tanah Air.

img_title ASDP Gratiskan Tarif Jasa Kepelabuhan saat Libur Natal dan Tahun Baru

Terlebih, WHO sudah menggolongkannya dalam kategori kewaspadaan tertinggi, yaitu variant of concern (VOC).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam penjelasan Ahli Paru yang juga Mantan Direktur World Health Organization (WHO) Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama, berdasar rekomendasi WHO's Technical Advisory Group on SARS-CoV-2 Virus Evolution (TAG-VE), dan diberi nama Omicorn. Yang menjadi oertimbangan utamanya adalah karena banyaknya mutasi yang terjadi hingga puluhan.

img_title Pemerintah Siapkan 2.882 Kuota Mudik Gratis ke 10 Kota Sambut Nataru, Cek Daftarnya!

"Ada yang mengatakan 30 di spike protein dan ada juga yg menyatakan sampai 50 total mutasi. Ini adalah mutasi terbanyak virus COVID-19 selama ini, dan sebagian mutasi ini adalah baru ("novel")," katanya dalam keterangan tertulis pada VIVA.

Lebih dalam, Prof Tjandra menyebut bahwa sejauh ini mutasi yang amat banyak ini dikhawatirkan berhubungan dengan 3 hal antara lain penyebaran yang cepat (nampaknya sudah terjadi di Afrika), kemungkinan infeksi ulang, dan Serangan pada sistem imun.

img_title Antisipasi Puncak Arus Mudik Nataru, Pemerintah Siapkan Kebijakan WFA 3 Hari

"Karena 30 mutasi terjadi di spike protein, sementara vaksin biasanya bekerja melakui spike protein, maka memang ada kekawatiran tentang dampak varian baru ini pada efikasi vaksin," ujar dia.

Saat ini, kata Prof Tjandra, produsen vaksin sedang menelitinya, setidaknya Moderna dan Astra Zeneca (di Botswana) dan tentu akan diikuti produsen vaksin lainnya, termasuk yang digunakan di Indonesia.

Namun, masih perlu beberapa minggu untuk memastikan ada tidaknya (dan seberapa besar) dampak varian baru ini pada 5 hal, penyebaran, beratnya penyakit, infeksi ulang, apakah PCR dan rapid antigen masih dapat digunakan dan dampaknya pada vaksin

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain di beberapa negara Afrika maka varian ini juga sudah dilaporkan dari Belgia di Eropa dan Hongkong di Asia, jadi sudah lintas benua di dunia. Makin banyak negara yang memberlakukan aturan restriksi khusus bagi masuknya orang asing dari negara terjangkit.

Adapun yang sudah membuat aturan pengetatan (dalam berbagai bentuknya) adalah Inggris, Uni Eropa, Singapore, Japan, Malaysia, Philippines, Israel, Turkey, Egypt, Dubai, Saudi Arabia, Bahrain, Jordan, Amerika Serikat dan Kanada.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut