Studi: Terlalu Lama Sendiri Ternyata Bisa Perpendek Usia
- wallpaper.disk.com
VIVA Lifestyle– Memiliki tubuh yang sehat ternyata tidak hanya selalu dari makanan serta minuman yang dikonsumsi sehari-hari saja. Melainkan juga bisa dari gaya hidup yang sudah terlalu lama sendiri hingga terisolasi dari hubungan sosial yang diam-diam bisa memberikan risiko buruk bagi kesehatan Anda.
Tahukah Anda, ternyata terlalu lama sendiri bisa bikin Anda mudah terserang  sakit? Ya, menurut hasil studi kesepian alias terlalu lama sendiri bisa bikin seseorang mudah terkena penyakit.
Ilustrasi kesepian
- pixabay
Begitu banyak bukti yang menunjukkan, jika terlalu lama sendiri bisa membuat Anda jatuh sakit. Tidak dipungkiri setiap orang pasti pernah merasakan sendiri hingga akhirnya merasakan kesepian.Â
Tapi sebaiknya sekarang Anda perlu berhati-hati. Pasalnya, terlalu lama sendiri ternyata memiliki dampak buruk bagi kesehatan dan mental Anda.
Hal tersebut sudah dibuktikan dari sebuah studi Fakultas Kedokteran Universitas San Diego, yang menyebutkan jika terlalu lama sendiri sama bahayannya dengan efek merokok dan obesitas, bahkan  bisa berdampak kematian dini.
Dimana kita tentu sudah tahu, jika obesitas telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama, bahkan bisa memengaruhi lebih dari sepertiga orang dewasa di Amerika Serikat. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa ada dua ancaman yang lebih besar yakni kesepian dan isolasi sosial.
Ilustrasi kesepian
- nypost
Terlalu lama sendiri selain bisa membuat seseorang merasa cemas dan gelisah, kesendirian hingga kesepian bisa menyebabkan seseorang terserang depresi. Dimana saat seseorang terlalu lama sendiri hingga mengalami kesepian, tingkat hormon kortisol (hormon stres) akan meningkat.
Akumulasi dari kortisol tentunya dapat mengganggu kinerja kognitif yang bisa membahayakan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan risiko masalah pembuluh darah, peradangan, dan penyakit jantung.
Tidak berbeda dengan rasa lapar yang kerap Anda rasakan, kesepian bisa terasa seperti rasa sakit yang nyata dan terjadi di dalam otak. Sebuah eksperimen di Amerika Serikat menunjukkan, area otak di korteks cingulate anterior menjadi lebih aktif ketika merasakan sakit fisik ataupun rasa sakit akibat penolakan sosial.
Jadi, kesimpulannya sekecil apapun beban psikis yang dialami akan memberikan dampak pada jaringan saraf di otak. Oleh karena itu, terlalu lama sendiri nantinya bisa berujung pada kesepian yang merupakan faktor risiko untuk masalah kesehatan mental yang lebih serius, seperti demensia, depresi, dan kecemasan.