Dokter: Antibiotik Bukan Harus Dihabiskan, Tapi...

Ilustrasi obat
Sumber :
  • Freepik/freepik

VIVA Lifestyle – Antibiotik biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi beberapa penyakit terkait infeksi bakteri. Obat ini dapat berupa pil, kapsul, salep oles, obat tetes hingga obat suntik. 

img_title Anak Sakit Serius, Orang Tua Juga Rentan Stres: Mengapa Dukungan Emosional Penting?

Nah, seringkali, dokter berpesan untuk menghabiskan antibiotik, agar bisa bekerja dengan efektif dalam mengobati penyakit. Terlebih, jika antibiotik dikonsumsi secara tidak tepat termasuk tidak dihabiskan, maka dapat berbahaya bagi kesehatan. Benarkah?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yuk, scroll ke bawah untuk mengetahui penjelasan dokter. 

img_title Awal Mula Cerita Dokter Cabuli Anaknya Sejak 2025, Polisi Bongkar Siasat Pelaku

Dokter Spesialis Anak, Dr. Devie Kristiani, Sp.A, meluruskan anggapan tersebut. Menurutnya, kalimat antibiotik harus dihabiskan itu tidak tepat. Lalu, apa yang benar?

"Bukan harus dihabiskan, tetapi harus diminum sampai dengan tuntas," ujarnya saat Konferensi Pers Virtual: Kampanye #PerlindunganKeluargaSehat kolaborasi Lifebuoy dan Halodoc, yang digelar belum lama ini. 

img_title Dokter di Bandung Bantah Cabuli Anaknya, Polda Jabar Selidiki Korban Bisa Tertarik Konten Pornografi

Ilustrasi pil/obat.

Photo :
  • Freepik/freepik

"Nah tuntas itu tergantung dengan peresepan dokter. Jadi, ada antibiotik yang cukup diminum 3 hari, ada yang 7 hari, bahkan ada antibiotik yang harus diminum 10-14 hari," sambung dia. 

Sekali lagi, dokter Devie menegaskan bahwa antibiotik itu bukan untuk dihabiskan. Sebab, takaran dan dosis setiap orang berbeda-beda. 

"Karena satu botol sirup antibiotik itu mungkin untuk anak-anak yang lebih kecil, separuh saja sudah cukup atau sudah selesai. Tapi pada anak yang lebih besar, yang berat badannya lebih, mungkin tidak cukup hanya satu botol tapi harus menghabiskan dua botol," jelas dia. 

Ilustrasi vitamin/obat.

Photo :
  • Freepik/topntp26

Jadi, kata Devie, istilah yang benar adalah bukan menghabiskan tapi antibiotik harus diminum sampai dengan tuntas. Apa alasannya?

"Agar semua kuman di dalam tubuh yang menyebabkan penyakit itu mati. Kalau dia tidak mati, ibaratnya hanya pingsan saja, nanti dia bisa bangun lagi dan akan jadi lebih kebal. Itu yang hati-hati sekali bahaya resistensi obat," ungkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokter Devie pun memperingatkan bahwa antibiotik harus diminum sesuai anjuran dokter agar tahu persis berapa dosis yang kita butuhkan.

Ilustrasi obesitas/kegemukan.

Bukan Cuma Pangkas Berat Badan, Obat Obesitas Ini Dikaitkan dengan Penurunan Lemak Hati

Penanganan obesitas tidak hanya berkaitan dengan angka timbangan. Kondisi organ dalam, termasuk hati, juga menjadi perhatian karena penumpukan lemak di organ tersebut.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut