Merasa Pendek? Ini 6 Cara Menambah Tinggi Badan Secara Sehat

Ilustrasi menambah tinggi badan.
Sumber :
  • U-Report

Berikut adalah jumlah waktu tidur yang ideal berdasarkan usia:

img_title Penjualan EV Moncer dan Pelaku Ritel Masih Optimis, Airlangga Bantah Ekonomi RI Tengah Lesu
  • Bayi 0–3 bulan: 14–17 jam
  • Bayi 3–11 bulan: 12–17 jam
  • Balita 1–2 tahun: 11–14 jam
  • Balita 3–5 tahun: 10–13 jam
  • Anak 6–13 tahun: 9–11 jam
  • Remaja 14–17 tahun: 8–10 jam
  • Orang dewasa 18–64 tahun: 7–9 jam

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Konsumsi makanan bergizi seimbang

img_title Strategi Pemerintah Capai Ekonomi 6 Persen, Airlangga: Investasi Tumbuh Lebih Cepat dari PDB

Selama masa pertumbuhan, sangat penting untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, agar pertumbuhan tinggi badan bisa maksimal. Pada anak-anak, asupan nutrisi yang tercukupi juga berperan penting untuk mencegah stunting.

Untuk menunjang pertumbuhan tinggi badan dan menjaga kepadatan tulang, anak-anak dan remaja perlu mengonsumsi makanan yang kaya akan beragam nutrisi, seperti protein, kalsium, dan vitamin D.

img_title Pimpin Upacara HUT RI ke-81 di Kemenkeu, Purbaya: Ini Awal dari Kebangkitan Indonesia

Asupan nutrisi tersebut bisa diperoleh dari buah dan sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, seafood, telur, tahu tempe, serta susu dan olahannya, termasuk yoghurt dan keju.

Pada beberapa kasus, misalnya gangguan pada hormon pertumbuhan atau malnutrisi, penggunaan suplemen tambahan mungkin akan disarankan untuk menambah tinggi badan. Namun, konsumsi suplemen ini sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter.

5.Terapi hormon

Selain itu, untuk mengatasi masalah pada hormon pertumbuhan, dokter juga bisa memberikan terapi hormon. Terapi hormon pertumbuhan merupakan terapi jangka panjang yang dapat berlangsung beberapa tahun. Terapi ini umumnya diberikan melalui suntikan.

Dokter akan menentukan dosis dan berapa lama terapi hormon pertumbuhan diberikan, serta memantau respons anak terhadap terapi dengan pemantauan berkala. Saat anak menjalani terapi hormon pertumbuhan, dokter dapat mengubah dosis terapi sesuai kebutuhan anak.

Terapi hormon pertumbuhan ini dapat menambah tinggi badan anak akibat kekurangan hormon pertumbuhan hingga kurang lebih 10 cm pada tahun pertama dan 7,5 cm pada tahun selanjutnya.

Selain untuk kekurangan hormon pertumbuhan, terapi ini juga dapat membantu anak yang memiliki tubuh pendek karena kondisi lain, seperti terlahir prematur, penyakit ginjal kronis, sindrom Turner, dan sindrom Prader-Willi.

Perlu diketahui, pemberian hormon pertumbuhan pada anak memiliki beberapa efek samping, seperti:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Nyeri dan pembengkakan di lokasi penyuntikan.

Selain memiliki efek samping, pemberian hormon pertumbuhan pada anak juga bisa menimbulkan komplikasi berupa gangguan bentuk tulang belakang (skoliosis), masalah pada tulang panggul, seperti dislokasi atau patah tulang, dan diabetes. Namun, hal ini jarang terjadi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut