Penelitian Sebut BPA Dapat Bermigrasi ke Air dalam Suhu Ruangan

Ilustrasi BPA.
Ilustrasi BPA.
Sumber :
  • Pixabay.
BPA (Bisphenol A).

BPA (Bisphenol A).

Photo :
  • NPR

Sementara European Food Safety Authority (EFSA) memperketat TDI (Tolerable Daily Intake) BPA. Pada tahun 2015, TDI BPA sebesar 4 mikrogram/kg berat badan manusia/hari. Artinya, batas toleransi yang diijinkan senyawa BPA masuk ke dalam tubuh berdasarkan berat badan manusia adalah 4 mikrogram tiap kg berat badan manusia. 

Akan tetapi TDI BPA pada tahun 2021 menjadi sangat ketat yaitu hanya 0,00004 mikrogram/kg berat badan manusia/hari. Artinya hanya dalam kurun waktu 6 tahun telah terjadi pengetatan sebesar 100 ribu kali lipat lebih ketat.

Hal ini juga senada dengan yang disuarakan Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono. Ia mengatakan ancaman Bidphenol A (BPA) adalah nyata, bukanlah isapan jempol.

Menurut Pandu Riono, BPA bisa menimbulkan gangguan sistem reproduksi baik pria maupun wanita, diabetes dan obesitas, gangguan sistem kardiovaskular, penyakit ginjal, kanker hingga gangguan perkembangan otak. Mengingat bahaya yang ditimbulkan begitu besar, pemerintah bersama ilmuwan perlu mengedukasi dan menginformasikan tentang ancaman gangguan kesehatan yang dihasilkan BPA. 

"Keselamatan publik itu prioritas kita semua. Jejak Bidphenol A atau BPA, bahan kimia yang digunakan dalam produk plastik, banyak terdeteksi di tubuh dan di lingkungan kita," kata Pandu Riono dalam keterangan tertulisnya.