Gangguan Ginjal Akut Telan Korban, IDAI Minta Orangtua Pahami Gejala Khas Ini

Ilustrasi orang tua ajarkan anak toilet training
Sumber :
  • Pexels

VIVA Lifestyle – Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) menyoroti kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) yang kembali memakan korban. Satu pasien anak meninggal dunia usai didiagnosa GGAPA setelah sebelumnya mengonsumsi obat sirup Praxion.

Baik untuk Tumbuh Kembang Anak, 90 Persen Orang Indonesia Masih Kurang Konsumsi Buah dan Sayur

Obat pereda demam dan sakit kepala untuk anak merek Praxion itu diimbau untuk sementara tak lagi dikonsumsi. Hal ini dilakukan agar menghindari bertambahnya kasus GGAPA yang dikaitkan dengan cemaran Etilen Glikol (EG) melebihi ambang batas pada obat sirup anak. Scroll untuk info selengkapnya.

"IDAI mengimbau seluruh dokter anak untuk sementara ini tidak meresepkan obat Praxion yang berbentuk cair/ drop sampai ada hasil investigasi lebih lanjut dari pihak yang berwenang," kata Piprim dalam keterangan pers yang diterima VIVA, Selasa 7 Februari 2023.

Tukul Arwana Kembali Syuting Setelah 3 Tahun Vakum, Anak Ungkap Alasan Tutupi Kondisinya

Ketua I Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Piprim B Yunarso Spa(K)

Photo :
  • VIVA.co.id/ Rifki Arsilan

Ada pun, gejala yang nampak khas pada kasus GGAPA yaitu terkait penurunan jumlah urine dan frekuensi buang air kecil pada anak. Untuk itu, Piprim mengimbau agar orangtua mengamati gejala khas tersebut bila anak telah mengonsumsi obat sirup pereda demam.

Terkuak, Ini Hasil Tes Kejiwaan Ibu Muda Lecehkan Anaknya di Tangsel

"IDAI mengimbau masyarakat agar tetap menunggu hasil investigasi lengkap sambil mengamati apabila anak-anaknya ada mengalami penurunan jumlah urine. Apabila anak mengalami demam ringan, bisa ditangani terlebih dahulu dengan kompres dan menggunakan baju tipis," kata Piprim.

Piprim melanjutkan bahwa IDAI terus berkoordinasi dengan pemerintah dan lembaga berwenang terkait pengusutan kasus. Satu Kasus konfirmasi GGAPA merupakan anak berusia 1 tahun, mengalami demam pada tanggal 25 Januari 2023, dan diberikan obat sirup penurun demam yang dibeli di apotek dengan merk Praxion. 

Pada 28 Januari, pasien mengalami batuk, demam, pilek, dan tidak bisa buang air kecil (Anuria) kemudian dibawa ke Puskesmas Pasar Rebo, Jakarta, untuk mendapatkan pemeriksaan, dan pada tanggal 31 Januari mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Adhyaksa.

Dikarenakan ada gejala GGAPA maka direncanakan untuk dirujuk ke RSCM, tetapi keluarga menolak dan pulang paksa. Pada tanggal 1 Februari, orangtua membawa pasien ke RS Polri dan mendapatkan perawatan di ruang IGD, dan pasien sudah mulai buang air kecil. 

Anak demam

Photo :
  • Pixabay

"Pada tanggal 1 Februari, pasien kemudian dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan perawatan intensif sekaligus terapi fomepizole. Namun, 3 jam setelah di RSCM pada pukul 23.00 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. M Syahril, Senin, 6 Februari 2023.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mendapatkan laporan kasus baru Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA), setelah nihil kasus baru sejak awal Desember tahun 2022 lalu. Di laporan tersebut, satu pasien anak ditemukan menderita GGAPA dan dinyatakan meninggal dunia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya