Studi: Pernikahan Harmonis Bisa Pangkas Risiko Diabetes
- Freepik/lookstudio
Informasi tentang beberapa faktor lain juga dikumpulkan seperti rincian tentang usia, pendapatan, pekerjaan, merokok, aktif secara fisik, depresi, indeks massa tubuh, dan jenis hubungan sosial lainnya dalam jaringan sosial mereka (anak, keluarga dekat lainnya, teman). Studi ini juga menguji kemungkinan pradiabetes, yang lebih rendah di antara mereka yang menikah atau hidup bersama.
Hasilnya Gula Darah Berkaitan dengan Hubungan Pernikahan
Analisis data dari waktu ke waktu menunjukkan bahwa orang-orang yang hubungannya berubah, misalnya melalui perceraian, juga mengalami perubahan signifikan dalam kadar gula darah dan kemungkinan pra-diabetes.
ilustrasi pasangan pria dan wanita.
- Pixabay/ Pexels
Tiga perempat menikah atau yang hidup bersama, mereka memiliki gula darah 0,21 persen lebih rendah daripada lajang, yang berarti mereka lebih kecil kemungkinannya terkena diabetes.
Mereka yang tidak memiliki pasangan memiliki lebih banyak kesempatan. Katherine Ford, dari Luxembourg University, mengatakan orang lajang harus mendapat dukungan untuk mengurangi risiko diabetes.
“Hubungan pernikahan berbanding terbalik dengan kadar gula darah terlepas dari dukungan atau ketegangan pasangan," tulisnya.
Namun, kualitas hubungan tidak membuat perbedaan yang signifikan terhadap rata-rata kadar glukosa darah. Hal ini menunjukkan bahwa memiliki hubungan yang mendukung atau tegang, kurang penting daripada hanya memiliki hubungan sama sekali.