Begini Cara Olah Mi Instan Jadi Lebih Sehat

Mie instan
Sumber :
  • Pixabay
  1. Bumbu Kemasan
img_title Penyakit Ginjal Sudah Ditemukan pada Usia 15 Tahun, Cek 7 Tanda yang Tak Boleh Diabaikan!

Diana menjelaskan kandungan natrium dalam bumbu mi instan cukup tinggi. Maka dari itu bagi masyarakat penting menguranginya terlebih jika mereka memiliki riwayat hipertensi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Bumbu 3/4 dipakai, otomatis natriumnya berkurang sekitar 200mg kan lumayan. Kalau hambar bisa kurangi porsi kuahnya. Saya juga sarankan tambahkan jamur karena jamur itu ada glutamat umami alami yang bisa lebih gurih untuk makanan,” jelas Diana.

img_title Obat Bukan Jadi Kunci Utama Penanganan Kanker, Hal Ini Harus Diperkuat
  1. Daun bawang dan tomat

Diungkap Diana, mi instan yang dimasak bisa ditambahkan daun bawang. Daun bawang kata dia mengandung anti oksidan yanng baik untuk kesehatan jantung pembuluh darah. Selain itu bisa tambahkan tomat, tomat sendiri mengandung likopen yang baik untuk jantung pembuluh.

img_title Kapan Terapi Sel Bisa Dipakai untuk Kanker? Dokter Ungkap Tahapan Pengobatannya

“Likopen itu memang akan meningkat kandungan jika panaskan rebus sebentar sajikan,” kata Diana. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

  1. Aturan konsumsi

Diana menjelaskan untuk konsumsi mi instan cukup dua minggu sekali atau dua kali dalam sebulan. Sementara itu, untuk anak-anak Diana menjelaskan tidak boleh makan dalam satu porsi utuh harus setengah porsi mengingat kandungan kalorinya dan natriumnya yang berlebihan. 

Kol goreng

Menkes Budi Peringatkan Bahaya Kol Goreng, Singgung Risiko Kanker dan Kolesterol

Kol goreng menjadi salah satu pelengkap favorit saat menyantap ayam atau lele penyet. Rasanya yang gurih dengan tekstur renyah membuat banyak orang suka.

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut