Makan Daging Kurban? Waspadai 6 Gejala Asam Urat Ini! Begini Cara Mengatasinya

Ilustrasi daging/Korean BBQ.
Sumber :
  • Freepik/topntp26

VIVA Lifestyle – Setelah Hari Raya Idul Adha, makanan dari daging kurban seperti sapi dan kambing, banyak dihidangkan. Misalnya saja dalam olahan rendang, semur daging, gulai, tongseng, dan menu daging olahan yang lezat lainnya.

Ingin Daging Kurban yang Empuk dan Lembut? Intip Tipsnya dari Chef Yuda Bustara

Meski begitu, kamu sebaiknya jangan terlena dan mengonsumsinya secara berlebihan. Apalagi, bila kamu mempunyai riwayat penyakit asam urat. Yuk scroll untuk info lengkapnya!

Penyakit asam urat adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh menumpuknya kristal asam urat. Penyakit yang bisa disebut gout juga bisa menyerang beberapa bagian tubuh, seperti jempol kaki dan lutut

Terpopuler: Kebiasaan Usap Wajah dan Salaman Usai Salat, Bule Baca Al-Quran 18 Jam

Melansir dari situs NIH, konsumsi daging, terutama daging merah dapat meningkatkan risiko terjadinya asam urat. Hal tersebut karena makanan-makanan itu mengandung purin, yang merupakan prekursor dari asam urat. 

Gejala Asam Urat

Jadi Salah Satu Prioritas, Begini Cara Shandy Purnamasari Maknai Idul Adha

Ilustrasi sering alami nyeri lutut.

Photo :
  • gopixpic.com

Berikut beberapa gejala yang mungkin timbul terkait dengan asam urat setelah konsumsi daging:

1. Nyeri Sendi

Asam urat dapat menyebabkan pembentukan kristal asam urat di dalam sendi, terutama sendi yang berada di kaki, jari kaki, lutut, dan siku. Hal ini dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan kemerahan pada sendi yang terkena.

2. Bengkak

Sendi yang terkena asam urat dapat menjadi bengkak dan terasa panas saat disentuh.

3. Kemerahan

Kulit di sekitar sendi yang terkena asam urat dapat menjadi merah dan terasa hangat atau panas.

4. Rasa Nyeri Mendadak

Kadang-kadang, seseorang dengan asam urat dapat mengalami serangan mendadak nyeri hebat pada sendi yang terkena, yang biasanya terjadi pada malam hari atau setelah makan makanan yang tinggi purin, termasuk daging.

5. Pembengkakan

Selain sendi, asam urat juga dapat menyebabkan pembengkakan pada area lain seperti tumit atau tendon di sekitar sendi.

6. Keterbatasan Gerakan

Gejala asam urat yang parah dapat menyebabkan keterbatasan gerakan pada sendi yang terkena.

Cara Mengatasi

Ilustrasi minum air/air putih.

Photo :
  • Pexels/Lisa Fotios

Jika sudah terlanjur mengonsumsi daging, kamu dapat melakukan beberapa cara ini untuk mengatasinya:

1. Minum Banyak Air

Minumlah air putih secara cukup untuk membantu mengencerkan urin dan meningkatkan ekskresi asam urat melalui ginjal. Ini dapat membantu mencegah penumpukan asam urat dalam tubuh.

2. Konsumsi Makanan Rendah Purin

Kemudian, fokuslah pada konsumsi makanan rendah purin seperti buah-buahan, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Makanan ini membantu menjaga keseimbangan asam urat dalam tubuh.

3. Hindari Minuman Beralkohol

Selain itu, hindarilah mengonsumsi alkohol. Hal ini karena alkohol dapat meningkatkan produksi asam urat dan menghambat ekskresi asam urat oleh ginjal.

4. Berolahraga Ringan

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau yoga juga bisa dicoba. Olahraga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan metabolisme, yang dapat membantu dalam pengeluaran asam urat dari tubuh.

5. Hindari Makanan Lain yang Tinggi Purin

Selain daging, hindarilah makanan lain yang tinggi purin seperti daging organ, ikan tertentu seperti teri, sarden, dan makanan laut.

6. Perhatikan Gejala

Jika kamu mengalami gejala asam urat seperti nyeri sendi yang parah atau bengkak, istirahatlah dan berikan waktu untuk tubuh pulih.

7. Konsultasi dengan Dokter

Jika memiliki riwayat asam urat atau mengalami gejala yang serius, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Mereka dapat memberikan nasihat yang sesuai dan jika diperlukan, meresepkan pengobatan yang tepat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya