Siapa Sangka? Menangis Ternyata Bisa Bikin Langsing!

Ilustrasi wanita menangis.
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VIVA – Menangis adalah respon yang paling umum Ketika kita mendengar kabar sedih atau bahkan bahagia. Namun sayangnya ternyata tidak banyak orang yang memilih untuk menahan tangisnya dengan berbagai alasan.

img_title Biar Hasilnya Bertahan Lama, Ini Cara Mempertahankan Berat Badan Setelah Diet

Padahal setiap kali kita menangis karena perasaan yang dialami, Anda akan menghasilkan 'air mata psikis'. Air mata psikis ini mengubah respons psikologis menjadi respon fisik. Sinyal otak, hormon dan bahkan proses metabolisme tubuh dipengaruhi oleh pelepasan air mata psikis ini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip laman Healthline, menangis sendiri dianggap baik lantaran bisa meluapkan emosi negatif dalam tubuh. Tak hanya berkaitan dengan emosi saja, disebut-sebut menangis dapat membantu penurunan berat badan. Benarkah demikian? Lantas berapa banyak kalori yang akan dibakar ketika menangis? 

img_title Diet di Usia 50 Tahun Tak Boleh Sembarangan, Ini 10 Cara Aman Turunkan Berat Badan

Seperti diketahui ketika seseorang mengalami kondisi emosi seperti berduka atas kematian orang tersayang, putus cinta atau bahkan mengalami gejala depresi, tentu respon umum yang kita lakukan adalah menangis. Ketika dalam kondisi emosional yang hebat biasanya diiringi dengan penurunan berat badan. Hal ini erat kaitannya dengan hilangnya nafsu makan. 

img_title Kulit Mengendur Setelah Diet? Kenali Cara untuk Membentuk Kontur Tubuh

Namun nyatanya, ketika menangis setidaknya Anda dapat membakar kalori sebanyak 1,3 kalori per menit. Artinya jika Anda menangis selama 20 menit Anda bisa membakar 26 kalori lebih banyak daripada mereka yang tidak menangis, demikian seperti dilansir dari laman Healthline. 

Meski bukan sebuah kegiatan yang dapat membakar kalori dalam jumlah besar, namun menangis memiliki banyak manfaat lainnnya bagi Kesehatan. Apa saja? Berikut rangkumannya.

1. Menghilangkan stress

Para peneliti menemukan bahwa menangis dapat menstabilkan suasana hati dan berfungsi untuk melepaskan stres dari tubuh. Menangis biasanya diberi sinyal oleh perasaan kehilangan, terpisah, atau tidak berdaya, yang cenderung membuat tubuh waspada.

Menangis mungkin merupakan mekanisme yang dikembangkan manusia untuk mengembalikan ketenangan pada tubuh dan otak. Hewan yang stres  juga ternyata menangis (meskipun biasanya, tidak sambil menangis) yang akan mendukung teori ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

2. Detoksifikasi tubuh

Saat seseorang menangis karena emosi, mereka otomatis akan mengeluarkan air mata. Menariknya, air mata tersebut ternyata mengandung kortisol, hormon stress.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut