Hal yang Terjadi Ketika Tubuh Tidak Berkeringat

Wanita olahraga.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id - Keringat sering dipandang sebagai gangguan karena menghasilkan noda dan bau yang tidak menyenangkan. Namun, percaya atau tidak, keringat sebenarnya sangat bermanfaat bagi tubuh. 

Menurut sebuah penelitian, orang yang sering dan cepat berkeringat, lebih sehat dibandingkan mereka yang tidak. Karena kotoran atau racun bisa dengan mudah dihapus pada orang yang berkeringat banyak. 
 
Jadi, ketika Anda tidak suka tubuh Anda berkeringat, perlu diingat hal-hal berbahaya yan dapat terjadi jika tubuh Anda berhenti berkeringat. Berikut beberapa hal yang terjadi ketika tubuh tidak berkeringat, seperti dilansir laman Boldsky.
 
Suhu tubuh tidak akan turun
 
Orang yang tidak bisa berkeringat karena efek samping obat atau karena beberapa gangguan, berada pada risiko suhu tubuh meningkat. Keringat merupakan mekanisme yang bisa membuat suhu tubuh turun. Ini adalah cara di mana tubuh Anda menstabilkan suhu di dalamnya.
 
Menyelamatkan dari berbagai penyakit
 
Sangat sedikit orang yang benar-benar tahu bahwa dengan berkeringat dapat meningkatkan tingkat kekebalan tubuh. Berkeringat membantu untuk membuang patogen berbahaya dari tubuh, dan hal ini dapat menyelamatkan Anda dari beberapa penyakit.
 
Infeksi kulit
 
Manfaat Sehat Jalani Peregangan Tubuh Secara Rutin
Ketika Anda berkeringat, pori-pori terbuka dan membantu dalam melepaskan racun dan polutan yang menyebabkan infeksi kulit seperti jerawat. 
 
Cara Tepat Tangani Luka Kulit agar Tak Berbekas
Batu ginjal
 
Ditemukan, Zat 'Pembunuh' Mikroba Infeksi Nosokomial
Berkeringat adalah cara yang efektif untuk membuang garam yang berlebih di dalam tubuh. Orang yang tidak berkeringat memiliki jumlah tinggi garam dan kalsium di dalam tubuh mereka, yang dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Ketika Anda berkeringat, Anda akan minum air, sehingga dapat menyeimbangkan kadar garam di dalam tubuh. 
 
Ilustrasi pelayanan medis.

Pemerintah Diminta Sediakan Jaminan Bagi Pekerja Informal

Baik berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm).

img_title
VIVA.co.id
11 Agustus 2016