Cara Tepat Tangani Luka Kulit agar Tak Berbekas

Ilustrasi luka
Ilustrasi luka
Sumber :
  • pixabay/saulhm

VIVA.co.id - Luka pada permukaan kulit yang tidak ditangani dengan tepat bisa menyebabkan infeksi sehingga memakan waktu lebih lama untuk memulihkannya. Biasanya, luka juga akan membekas dan merusak estetika.

Menurut dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik, Dr. Donna Savitry, SpBP-RE, memperlakukan luka pada kulit memang membutuhkan trik khusus agar tidak menimbulkan bekas.

Pertama kali yang harus dilakukan adalah membersihkannya. Tidak perlu menggunakan alkohol, tapi bisa juga menggunakan air yang diberi sabun bayi.

Pemberian salep pun harus disesuaikan dengan luka. Apakah salep itu berfungsi untuk melembabkan atau hanya sebagai antibiotik.

Hal lain yang perlu diingat dalam penanganan luka, kata dr. Donna, adalah keadaan luka harus lembab atau moist, bukan basah. "Karena itu luka itu tidak bisa diberi astringen seperti rivanol. Itu bukannya mengeringkan tapi justru tidak baik. Tidak menyembuhkan luka," kata dr. Donna saat ditemui di Jakarta, Selasa, 9 Agustus.

Keadaan luka yang selalu basah itulah yang membuat luka tidak juga sembuh.

Perlu diketahui juga luka yang sudah sembuh pun masih harus proses penyembuhan lagi. "Biasanya pasien yang sudah merasa sembuh dibiarkan saja padahal masih ada proses pematangan dan itu prosesnya bisa sampai satu tahun. Kalau bekas luka itu masih merasa gatal, kemerahan, itu artinya masih belum matang. Kita biasanya akan kasih obat untuk mengempeskan atau elastic bandage untuk menekan," ujar dr. Donna.

Jika keadaan bekas luka gatal dan kemerahan itu tidak diobati, akibatnya bisa timbul keloid atau parut hipertropik.

(mus)