Ditemukan 26 Nyamuk Baru Penular Zika

Nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus Zika.
Sumber :
  • REUTERS/Daniel Becerril/File Photo

VIVA.co.id – Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan jenis nyamuk lain yang dapat menularkan virus zika. Menurut para peneliti, ada 26 jenis lain yang berpotensi menyebarkan virus zika.

Haruskah Nyamuk di Seluruh Dunia Dimusnahkan?

Para ekolog dari University of Georgia and the Cary Institute of Ecosystems mengidentifikasi jenis nyamuk lain selain aedes agepty, yang mampu menyebarkan virus zika. Mereka menemukan 26 jenis spesies lain yang berpotensi, termasuk tujuh jenis yang telah dipaparkan dalam continental US.

Meski musim berkembang biak nyamuk, belum terjadi hingga musim panas nanti, para ekolog tersebut sudah berjaga-jaga menyebarkan studi terbaru ini, agar masyarakat lebih waspada. Untuk mengidentifikasi jenis spesies lain, para peneliti membuat sebuah model prediktif.

Hindari Warna-warna Ini agar Tidak Digigit Nyamuk

Dilansir dari laman Medical Daily, model yang digunakan yaitu konsep dan cara virus disebarkan oleh nyamuk. Data yang digunakan itu didapatkan dari ciri khas nyamuk penyebar zika, demam kuning dan demam berdarah.

Ditambah lagi dengan data mencakup geografik, proksimitas manusia, apakah jenis nyamuk itu menggigit manusia, dan jumlah virus yang bisa ditularkan. Paduan nyamuk dan virus itu kemudian dianalisa untuk memprediksi, jenis nyamuk apa saja yang dapat menularkan zika.

9 Cara Mengusir Nyamuk di Rumah dengan Memakai Bahan Alami

Ditemukan total 35 jenis nyamuk, termasuk 26 jenis spesies baru, yang memungkinkan penularan zika.

"Meski masih prediksi, studi ini harus segera divalidasi agar masyarakat bisa mengetahuinya," ujar pemimpin studi, michelle evans.

Namun, zika tidak hanya dapat ditularkan oleh nyamuk. Hubungan seks juga dapat menyebarkan virus zika melalui cairan sperma. Beberapa tanda serangan virus zika mencakup demam ringan, gatal-gatal, nyeri otot dan sendi.

Nyamuk aedes aegypti.

Hati-hati, Ini Waktu Nyamuk Penyebab Chikungunya Beraksi

Nyamuk pembawa virus Chikungunya banyak ditemui di negara tropis, termasuk Indonesia. Nyamuk tersebut mempunyai kebiasaan untuk menggigit manusia di jam-jam tertentu

img_title
VIVA.co.id
11 Maret 2022