Waspada Kadar Gula Tinggi Dalam Makanan Sehat

Ilustrasi gula.
Sumber :
  • Pixabay/moritz320

VIVA.co.id – Asupan gula di tubuh sudah seharusnya dibatasi per harinya. Namun, seringkali banyak yang tidak menyadari makanan sehat sekalipun, mengandung gula yang berlebihan.

img_title Hati-Hati! Ini Fakta Tentang Diabetes Tanpa Gejala yang Sering Tak Disadari

Banyak yang berpikir bahwa makanan yang mengandung gula tinggi hanya pada nasi putih. Tapi, siapa sangka, roti memiliki kandungan gula yang tersembunyi dan bahkan lebih banyak dari nasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, seringkali, banyak produsen roti yang menambahkan pengawet serta gula tambahan agar rasanya menjadi lebih nikmat. Selain roti, salad juga cenderung disalahartikan menjadi makanan sehat untuk dikonsumsi.

img_title Waspadai! Ini 7 Komplikasi Diabetes yang Sering Terjadi dan Mengancam Jiwa

Dilansir Mediacal Daily, Meski sayurannya termasuk sehat, saus saladnya memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Siasati dengan membuat salad sendiri serta saus yang hanya terdiri dari minyak zaitun dan vinegar.

Sama halnya dengan saus tomat yang sering menjadi bumbu pasta, mengandung cukup banyak gula tambahan. Usahakan hindari membuat pasta dengan saus tomat yang dibeli. Cukup membuatnya dengan cara sehat yakni dari tomat segar yang kemudian ditumbuk.

img_title 7 Olahraga Terbaik untuk Penderita Diabetes: Sehat, Aman, dan Efektif Turunkan Gula Darah

Makanan lainnya yang mengandung gula tinggi yaitu greek yoghurt. Meski yoghurtnya sehat, namun buah yang menjadi pemanis dan toppingnya mencakup gula berlebih. Siasati dengan membeli yoghurt plain dan membuat topping sendiri dengan buah segar dan sehat.

Selain itu, buah kering dan selai kacang juga mengandung cukup banyak gula berlebihan jika dikonsumsi tubuh. Usahakan untuk melihat label di kemasan sebelum membelinya. (mus)

Diabetes

Dokter Ungkap Alasan Banyak Pasien Diabetes Baru Berobat saat Komplikasi Sudah Muncul

Banyak pasien diabetes baru berobat saat komplikasi muncul. Dokter mengungkap penyebabnya, mulai dari keterlambatan diagnosis hingga rendahnya kepatuhan terapi.

img_title
VIVA.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut