Lemak Perut Berbahaya bagi Kesehatan Anda?

Perut buncit.
Sumber :
  • Pixabay/pezibear

VIVA.co.id – Ukuran lemak perut yang berlebih, bisa digunakan untuk menilai kemungkinan Anda terkena penyakit seperti gagal jantung dan diabetes tipe 2.

img_title Kaki Bengkak, Benarkah Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung?

Para ilmuwan telah mengembangkan teknik baru untuk menilai risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh obesitas perut, atau lemak yang menumpuk di sekitar perut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Memperkirakan ketebalan lemak di sekitar perut, bisa digunakan untuk mengetahui kemungkinan menderita penyakit terkait obesitas, menurut periset.

img_title Perut Pria Makin Buncit Setelah Usia 40? Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh

Ilmuwan utama Profesor Jin Keun Seo dari Universitas Yonsei di Seoul, Korea Selatan, mengatakan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa obesitas perut terkait dengan penyakit seperti gagal jantung kongestif dan sindrom metabolik.

Peneliti menggunakan Static electrical impedance tomography (EIT). EIT adalah jenis pencitraan medis non-invasif yang mengambil aktivitas listrik dari bagian tubuh yang berbeda untuk mengumpulkan gambar dari tubuh mereka.

img_title Jarang Diketahui, Nyeri Bahu Bisa Jadi Tanda Masalah Jantung, Ini Penjelasannya

Teknik pencintraan ini, juga menyediakan data real time tanpa menggunakan radiasi pengion. Hal ini membuatnya tidak terlalu berbahaya bagi pasien daripada teknik pencitraan lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prof Seo menambahkan, EIT lebih menguntungkan karena tidak mengionisasi dan karenanya dapat digunakan untuk memantau diri pasien secara terus menerus untuk melacak status lemak tubuh dalam rutinitas sehari-hari.

Selain itu, EIT adalah teknik tempat tidur dengan biaya rendah, portabel, dan mudah digunakan untuk melihat gambar bagian tubuh pasien.

Ilustrasi penyakit jantung.

Penyakit Jantung Masih Jadi Ancaman, Kenali Penyebab dan Faktor Risikonya

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Kemenkes mencatat bahwa jumlah serangan jantung di Indonesia diperkirakan mendekati 700.000 kasus setiap tahunnya

img_title
VIVA.co.id
29 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut