Kenapa Perut Pria Makin Buncit setelah Usia 40?
- Istock
VIVA –Salah satu fakta yang sulit dihindari dalam hidup adalah berat badan cenderung lebih mudah bertambah seiring bertambahnya usia. Namun, para ilmuwan kini menemukan petunjuk baru mengenai alasan di baliknya dan ternyata, penyebabnya bukan sekadar soal berapa banyak makanan atau alkohol yang Anda minum.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science menemukan adanya sejumlah perubahan pada tingkat sel yang membuat tubuh lebih terdorong untuk memproduksi sel-sel lemak baru seiring bertambahnya usia.
Meski terdengar seperti kabar buruk, temuan ini justru membuka peluang baru. Penelitian tersebut dapat membantu para ilmuwan mengembangkan jenis obat yang mampu mencegah penumpukan lemak. Selain itu, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk melawan perubahan pada tubuh akibat proses penuaan. Berikut penjelasannya.
Mengapa Lemak Perut Makin Bertambah Seiring Usia?
Melansir laman Mens Health, Rabu 2 September 2026, jika sebelumnya para ilmuwan mengira bahwa ketika seseorang mengalami kenaikan berat badan, terutama di bagian perut, sel-sel lemak yang sudah ada hanya akan membesar.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tubuh ternyata juga dapat terus membentuk sel-sel lemak baru. Mekanisme kenaikan berat badan yang berbeda ini membuka kemungkinan bagi para peneliti untuk mencari cara baru dalam mencegah bertambahnya berat badan.
Para peneliti mengetahuinya dengan mempelajari jenis sel punca khusus yang disebut adipocyte progenitor cells (APC). Sel ini terdapat di jaringan lemak. Ya, jaringan lemak di dalam tubuh ternyata juga mengandung sel punca.
Saat masih muda dan berada di usia dewasa awal, sel-sel tersebut cenderung tetap dalam kondisi yang sama. Namun, seiring bertambahnya usia, APC memiliki kemampuan untuk berubah menjadi sel lemak dan menambah jumlah sel lemak yang sudah dimiliki tubuh.
Para ilmuwan kemudian menggunakan teknik pengurutan RNA yang cukup kompleks untuk melihat aktivitas gen pada masing-masing sel. Secara sederhananya, ketika sel punca dari tikus yang sangat tua diambil dan disuntikkan ke jaringan lemak tikus muda, jumlah sel lemak pada tikus muda tersebut meningkat drastis.
Sebaliknya, ketika sel punca dari tikus muda dimasukkan ke tikus muda lainnya, tidak terjadi perubahan serupa. Dari penelitian tersebut, para ilmuwan menyimpulkan bahwa proses penuaan membuat APC menjadi jauh lebih aktif dan mulai memproduksi sel-sel lemak baru secara agresif.