Ukuran Testis Mengecil, Waspada Andropause

Ilustrasi pria/laki-laki.
Sumber :
  • Pixabay/pexels

VIVA – Kita sering berpikir bahwa hanya wanita yang menghadapi masa paling berat pada satu waktu dalam kehidupannya. Menopause, menjadi istilah yang hanya dialami wanita di mana mereka tidak lagi mengalami siklus menstruasi setiap bulannya.

img_title Azoospermia Kondisi Pria Tak Punya Sperma, Apakah Masih Bisa Punya Anak?

Tapi, apa yang sering diabaikan adalah apakah pria juga menghadapi perubahan yang sama seiring pertambahan usia. Apakah ada istilah menopause untuk pria? Ya, ada. Dan tepatnya disebut dengan andropause.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menopause pria atau andropause terjadi saat tubuh pria melalui penurunan produksi testoteron di usia 50 tahun ke atas. Perubahan kadar hormon yang berhubungan dengan usia pada pria adalah yang disebut dengan andropause.

img_title Terpopuler: Insecure Ukuran Penis, hingga Intensitas Berhubungan Intim yang Ideal Secara Usia

Yang terjadi ketika pria memasuki masa andropause adalah mereka mengalami penurunan kadar testoteron. Kondisi ini juga bisa dikaitkan dengan hipogonadisme, suatu kondisi kegagalan ringan testis pada pria (dan rahim pada wanita).

Seperti halnya menopause, andropause bisa membawa berbagai perubahan fisik, mental dan seksual pada pria. Dia bisa merasakan depresi, sulit tidur, energi yang menurun, tumbuh payudara, ukuran testis yang mengecil, bulu-bulu di tubuh yang rontok, kepadatan tulang berkurang, penurunan libido, masalah ereksi, penurunan kepercayaan diri, dan banyak hal serupa lainnya.

img_title Mirip Menopause, Apakah Pria Andropause Masih Bisa Punya Anak? 

Salah satu perbedaan antara andropause dan menopause adalah pada menopause, terjadi penghentian yang sangat tiba-tiba pada perubahan ovulasi dan hormon, serta tidak menyebar seiring waktu yang panjang. Sebaliknya, kadar penurunan testosteron pada pria terjadi selama lebih dari periode tertentu yang memanjang hingga beberapa tahun. Bahkan, gejala dan konsekuensinya tidak seragam dan tidak jelas.

Tidak seperti menopause, tidak semua pria bisa mengalami andropause. Dan kalaupun mereka mengalami andropause, gejalanya mungkin ringan dan pria masih bisa melakukan pembuahan. Tapi, berbagai komplikasi seksual atau reproduksi bisa muncul, dan karena kualitas sperma yang lemah, anak yang dihasilkan kemungkinan akan berisiko tinggi mengalami berbagai penyakit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika Anda merasa mengalami gejala andropause yang sangat parah, Anda harus berbicara sejujurnya pada dokter. Pilih gaya hidup yang lebih sehat, makan makanan sehat, dan olahraga secara rutin.

Pada pria, kesedihan bisa keluar dalam bentuk kemarahan dan kesal, jadi bicaralah pada orang paling dekat untuk memahami tubuh Anda dengan lebih baik. Dan ingatlah, jangan tergoda dengan iming-iming khasiat suplemen herbal karena belum terbukti aman dan bahkan bisa menimbulkan efek kesehatan tertentu. Jika Anda mempertimbangkan untuk melakukan terapi penggantian testoteron, waspadalah akan efek sampingnya dan lakukan riset sebelum Anda membuat keputusan.

Ilustrasi pria

Tak Hanya Wanita Pria Juga Bisa Menopause, Kenali Ciri-cirinya!

Pria juga diketahui akan mengalami menopause. Proses yang disebut Andropause ini bisa dialami pria yang memasuki usia 40an. Baca selengkapnya melalui artikel di sini!

img_title
VIVA.co.id
10 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut