Sembilan Tipe Temperamen Anak, Si Kecil Anda yang Mana?
- Pixabay/ Bess-Hamiti
4. Adaptibilitas
Temperamen ini mengacu pada berapa lama waktu yang dibutuhkan anak untuk menyesuaikan perubahan di sekitarnya. Apakah anak menyesuaikan diri dengan perubahan di lingkungan mereka dengan mudah, atau justru lebih resisten?
Seorang anak yang menyesuaikan diri dengan mudah dapat cepat beradaptasi dengan rutinitas baru. Sedangkan anak yang resisten mungkin membutuhkan waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan situasi.
5. Intensitas
Intensitas mengacu pada tingkat energi respons positif atau negatif. Apakah si anak bereaksi intens terhadap suatu situasi, atau apakah si anak merespons dengan cara yang tenang?
Seorang anak yang lebih intens dapat melompat ke atas dan ke bawah berteriak penuh kegembiraan. Sedangkan seorang anak yang tenang mungkin hanya tersenyum atau tidak menunjukkan emosi.
![]()
6. Mood
Mood mengacu pada kecenderungan umum anak terhadap sikap yang terlihat bahagia atau cenderung murung. Dengan kata lain, beberapa anak memang dilahirkan untuk menjadi anak yang lebih ceria ketimbang anak lainnya.
Begitu juga dengan anak yang tampak lebih pemurung, ini juga merupakan temperamen bawaannya. Bayi yang sering tersenyum dan mengoceh dapat dianggap bayi yang ceria. Sedangkan bayi yang sering menangis atau rewel mungkin dianggap bayi yang cengeng.
7. Distractibility
Distractibility mengacu pada kecenderungan anak untuk teralihkan oleh hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Ada anak yang fokusnya mudah terganggu, daya konsentrasinya rendah jika berada di keramaian. Ketika datang banyak gangguan, ia sangat responsif terhadap apa yang mereka lihat.
Anak dengan temperamen ini juga biasanya kesulitan untuk kembali memusatkan perhatian pada pekerjaannya. Tapi ada pula anak tetap bisa fokus dan berkonsentrasi tinggi meski banyak interupsi.
8. Ketekunan
Temperamen ini menunjukkan apakah anak memiliki ketekunan ketika melakukan sesuatu, atau mudah kehilangan minat dengan cepat.
Misalnya anak bermain lego, ia berusaha menyusun balok-balok menjadi karakter robot. Ada anak yang meski merasa kesulitan karena frustasi, tetap berusaha menyelesaikannya. Tapi ada pula yang tak tahan dan akhirnya meninggalkan pekerjaannya itu.
![]()
9. Sensitivitas (kepekaan)
Sensitivitas mengacu pada seberapa mudah anak terpengaruh oleh perubahan lingkungan. Ini juga disebut ambang sensoris atau ambang tanggap.