Waspada Speech Delay pada Anak, Kenali Tanda-tandanya
- internetretailing.net
VIVA – Sebagai orangtua, pasti ingin anaknya tumbuh dan berkembang secara optimal. Maka, orangtua harus mewaspadai tentang gangguan yang bisa menghambat perkembangan anak. Salah satunya speech delay atau keterlambatan bicara.Â
Speech delay merupakan kemampuan bicara anak yang masih di bawah standar seusianya. Anak yang mengalami speech delay, kurang mampu dalam mengungkapkan kata-kata dan sulit untuk diajak komunikasi dua arah.Â
Ketika hal tersebut terjadi, anak kesulitan untuk bersosialisasi dengan orang lain. Lalu, seperti apa tanda-tanda yang harus diwaspadai orangtua ketika anak terindikasi mengalami speech delay?Â
Sebelum mengetahui tanda-tanda speech delay, orangtua harus paham mengenai faktor-faktor penyebab speech delay pada anak. Adapun faktor speech delay, pertama, adanya faktor bawaan atau genetik.Â
Umumnya, faktor ini dialami bayi yang lahir prematur, bayi yang mengalami sindrom tertentu, dan bayi yang mengalami gangguan saraf otak. Kedua, dapat disebabkan dari pola asuh anak. Kurangnya stimulasi bicara dan bahasa oleh orangtua dapat menyebabkan anak terlambat bicara. Terlebih, jika anak terlalu banyak bermain gawai atau screen time.
Dokter Spesialis anak, dr. Ajeng Indrastari, Sp.A, menjelaskan, tanda-tanda speech delay pada anak dapat dilihat dari perkembangan bicara dan bahasa pada anak sejak lahir.
"Bayi 0-3 bulan ternyata saat kita ajak komunikasi, mengeluarkan suara 'eng-eng' ternyata sedang berbicara. Setelah tahapan tersebut, bayi biasa babbling," ujarnya di acara Fiveghthing Jungle Babies Bogor bersama Vitamin Generos di Bogor, yang digelar baru-baru ini.Â
"Ketika anak 12-18 bulan sudah bisa bicara minimal 3-6 kata dengan aktif, umumnya memanggil mama dan papa. Namun, ketika anak perkembangannya tidak sesuai dengan usianya, maka orangtua harus mewaspadai tentang perkembangan bicara anak," ujar dia.Â
Dokter Ajeng melanjutkan, orangtua harus aktif dan peka terhadap grafik perkembangan anak melalui imunisasi atau saat kontrol ke dokter anak. Saat kunjungan, umumnya orangtua dapat berkonsultasi tentang pemantauan pertumbuhan anak yang terlihat di kolom atau grafik perkembangan anak buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).Â
Permasalahan speech delay pada anak sudah banyak dialami oleh orangtua di komunitas Babies Bogor. Orin, Ketua Babies Bogor menceritakan, anaknya juga pernah mengalami speech delay.Â