Jangan Abai Moms! Ini Dampak Anak Malas Menulis Gegara Sering Main Gawai
- Pixabay
Menulis dengan tangan bukan hanya membantu mereka memahami informasi lebih baik, tetapi juga mendukung perkembangan keterampilan motorik dan sosial mereka.Â
"Jadi menulis dengan tangan bisa kita simpulkan bahwa sebagai aktivitas fisik yang menyenangkan," imbuhnya.
Robert Vallet (1969) dalam teori Embodied Cognitive Development (ECD) pun menekankan hal serupa. Bahwa kemampuan berpikir atau kognitif berasal dari aktivitas sensori-motorik.
Anak menulis
- Freepik
Ketika tangan bekerja dengan alat tulis, otak pun mengikuti. Menulis dengan tangan menjadi cara efektif untuk membuat anak lebih fokus, kreatif, dan mempertajam kemampuan daya ingat mereka.
Menghidupkan kembali kebiasaan menulis dengan tangan adalah salah satu upaya yang dilakukan SiDU untuk membantu Generasi Z kembali mengasah keterampilan motorik dan kognitif mereka. Ayo Menulis merupakan inisiatif SiDU yang telah berjalan sejak 2017.Â
Di 2023 ini, SiDU berkolaborasi dengan Majalah CIA untuk mewujudkan gerakan edukasi melalui kegiatan pelatihan dan lomba menulis bertema "Harta Karun Indonesia".
Kegiatan ini akan diikuti oleh 500 sekolah dasar yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Bali, hingga NTT.
Ibu ajari anak menulis
- Developinghands.com
Program ini mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak Indonesia.
Founder Majalah CIA, Stefanie Augustin menambahkan bahwa, membaca dan menulis dengan tangan adalah hak dasar anak-anak dan merupakan cara yang efektif untuk membangun kemampuan penting lainnya.
"Kami sangat mendukung pemerintah dalam upaya meningkatkan literasi khususnya kemampuan menulis sejak dini. Kami percaya bahwa menulis dengan tangan adalah keterampilan penting dan dasar yang harus dikuasai oleh anak-anak," jelasnya.