Mengapa Anak Saya Belum Bisa Bicara?
- freepik.com/freepik
“Begitu mengenali faktor risiko, kita harus optimalkan faktor protektifnya untuk menekan faktor risiko sehingga bisa mereduksi faktor risiko tersebut dan mengoptimalkan periode sensitif perkembangan otak,” lanjutnya.
Faktor protektif meliputi kebutuhan asih, asuh, dan asah. Ini mencakup nutrisi yang baik, kesehatan, imunisasi, pola asuh yang positif, kasih sayang, dan stimulasi yang baik. dr. Fitri mengingatkan bahwa 1.000 hari pertama masa kehidupan anak sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak yang optimal.
“Setelah lahir, perkembangan otak hanya mencapai 25 persen, meningkat menjadi 55 persen pada usia 0-2 tahun, dan mencapai 80 persen pada usia 2 tahun. Di usia 6 tahun, perkembangan otak sudah mencapai 95 persen. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan fase kritis ini dengan baik,” tambahnya.
Lingkungan sekitar juga berperan penting dalam perkembangan bicara anak. dr. Fitri menjelaskan bahwa pengalaman positif yang diperoleh anak selama fase sensitif dapat memicu komunikasi yang baik. Namun, paparan terhadap stimulasi negatif, seperti penggunaan gadget yang berlebihan, dapat menghambat perkembangan tersebut.
“Bahayanya, jika orang tua tidak memahami fase sensitif ini, maka upaya untuk mengejar ketertinggalan akan semakin sulit. Misalnya, jika keterlambatan bicara baru disadari setelah anak berusia dua tahun, maka kita harus berusaha mengubah sirkuit otak yang telah terbentuk dengan pengalaman yang salah. Ini akan lebih sulit jika keterlambatan itu baru terdeteksi setelah anak berusia lima tahun,” ungkapnya.
Melihat data dan fakta yang disampaikan dr. Fitri, sangat penting bagi orang tua untuk memperhatikan perkembangan bicara anak sejak dini. Dengan deteksi dini dan penanganan yang baik, diharapkan anak dapat mengembangkan kemampuan bicara dan bahasa mereka secara optimal, yang tentunya akan berpengaruh positif pada perkembangan sosial dan emosional mereka di masa depan.
Dalam seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan tema “Mengenali Keterlambatan Bicara pada Anak” ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengenali dan menangani keterlambatan bicara pada anak.