Kenali Kelainan Kulit yang Sering Terjadi pada Bayi

Ilustrasi Bayi Baru Lahir
Sumber :
  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Jakarta, VIVA –  Perkembangan kulit bayi terus mengalami pematangan setelah lahir, dan dalam waktu 2–4 minggu, sawar kulitnya menjadi lebih kuat. Kulit bayipun akan lebih sensitif dan rentan iritasi, produksi minyak dan keringat yang rendah, serta pH yang cenderung lebih basa saat lahir namun cepat menurun, mirip dengan orang dewasa.

img_title 5 Bahan yang Aman untuk Kulit Bayi Sensitif, Orang Tua Wajib Tahu!

Dermatolog anak, dr. Triana Agustin, Sp. D.V.E, Subsp. D.A mengungkap, lantaran sensitifnya kulit bayi, si kecil rentan mengalami masalah gangguan kulit. Dalam pertemuan online bertema "Memahami Lebih Dalam Masalah Kulit Anak," dr. Triana memberikan penjelasan langsung mengenai jenis-jenis gangguan kulit pada anak beserta metode perawatannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kulit bayi lebih rentan terhadap iritasi, karena produksi kelenjar minyak dan keringatnya lebih sedikit serta pH-nya cepat menurun." ujar dr.Triana Agustin, Sp. D.V.E, Subsp. D.A..

img_title Franda Pernah Frustasi karena Merawat Kulit Anak Sensitif

Langkah-Langkah Merawat Kulit Bayi

dr. Triana mengatakan, untuk menghindari gangguan kulit pada bayi, kebersihan si kecil harus selalu terjaga. Jaga kebersihan kulit bayi secara menyeluruh, terutama pada area-area tertentu seperti lipatan tubuh. Pilih produk khusus bayi, gunakan sabun, pelembab, dan produk lainnya yang dirancang khusus untuk bayi.

img_title Bukan Cuma untuk Orang Dewasa, Bayi Juga Butuh Skincare!

“Hindari gesekan berlebihan. Pakai pakaian dari bahan lembut yang tidak ketat untuk mencegah iritasi. Perhatikan kebersihan popok. Bersihkan kulit bayi setelah terkena air seni atau tinja, dan hindari sisa deterjen pada pakaian,” katanya, Jumat, 8 November 2024.

Gangguan Kulit yang Umum pada Bayi

Miliaria (Biang Keringat)

Miliaria, atau lebih dikenal sebagai biang keringat, adalah kondisi kulit yang terjadi akibat sumbatan pada kelenjar keringat. Hal ini sering dialami oleh bayi karena kelenjar keringat mereka belum berkembang sempurna, sehingga kulit lebih mudah iritasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Biang keringat sering terjadi pada area dahi, kepala, dada, dan punggung, terutama saat bayi terpapar panas atau lembab." ujar dr.Triana.

Cara Perawatannya untuk mengurangi biang keringat, jaga bayi tetap di lingkungan sejuk, hindari pakaian terlalu tebal, dan mandikan bayi secara teratur. Pastikan juga pakaian bayi terbuat dari bahan yang menyerap keringat, seperti katun, dan perbaiki ventilasi ruangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut