5 Hal yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mulai Rafting

Rafting di Sungai Cisadane
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Arung jeram atau rafting menjadi salah satu wisata olahraga yang cukup diminati. Biasanya mereka tertarik untuk mencobanya, karena merasa tertantang untuk menaklukkan adrenalin.

img_title Mengenal Nesa Scent, TikToker Cilik yang Kematiannya di Cisadane Sisakan Misteri

Tetapi ada pula sebagian kalangan yang enggan arung jeram, dengan alasan takut boat terbalik, dan tidak bisa berenang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, tidak bisa berenang pun tidak terlalu masalah, lantaran pihak pengelola telah menyediakan beberapa alat keselamatan seperti jaket pelampung dan tim penyelamat yang ada di sepanjang lintasan arung jeram.

img_title Viral! Kronologi Kreator Cilik Nesa Scent Tenggelam di Cisadane, 7 Temannya Diduga Tutupi Kejadian

Pengelola Arung Jeram Alamanda di Kecamatan Caringin Bogor Jawa Barat, Arief Brang kepada VIVA memberikan beberapa tips yang perlu diperhatikan jika Anda ingin melakukan kegiatan ini.

1. Memperhatikan seluruh instruksi dari pemandu

img_title Dinkes Tangerang Larang Warga Konsumsi Ikan Mati Tercemar Kimia di Sungai Cisadane

Arief menjelaskan sebelum melakukan kegiatan rafting, para peserta harus mendengarkan beberapa arahan keselamatan dari pemandu. Apa yang harus dilakukan oleh peserta selama kegiatan berlangsung.

"Kita sebelum kegiatan pasti ada safety briefing minimal mereka terinformasi terkait prosedur tata tertib pengarungan," kata dia.

Tidak hanya itu saja, Arief juga meminta para peserta memperhatikan aba-aba dari pemandu yang membawa Anda selama kegiatan rafting.

"Ketika di jeram pemandu akan berteriak boom depan kita harus membawa badan kita ke arah depan, ketika dia teriak boom belakang bawa badan ke arah belakang, ketika dia teriak boom lantai kita harus turun duduk di lantai perahu," jelas dia.

2. Menggunakan alat dengan benar

Selama kegiatan rafting, peserta harus menggunakan helm dan jaket pelampung dengan benar. Pilih helm yang pas dengan kepala dan kaitkan tali helm dengan batas dua jari dari dagu, hal ini dimaksudkan agar tidak mencekik saat terjadi insiden selama kegiatan.

"Pakai life jacket yang benar, semua bakel harus dipasang dengan rapi," jelas dia.

Peserta wajib menggunakan sepatu atau minimal alas kaki. Ini dimaksudkan agar terhindar terkena benda tajam ketika harus berjalan dari lokasi jeram terakhir menuju lokasi awal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Jika perahu terbalik

Jika perahu terbalik, Arief menjelaskan bagaimana cara berenang dalam situasi ini, yaitu dengan gaya punggung yang mengarah ke hilir (mengikuti arus sungai), gunanya untuk mengantisipasi adanya batu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut