Wisata Monkey Forest Sibaganding Memprihatinkan, Monyet pun Mengemis

Monkey Forest Sibaganding
Sumber :
  • VIVA/Anugrah Andriansyah

VIVA – Destinasi wisata di Danau Toba bukan hanya melulu soal pemandangan danau dengan deretan bukit dan kaldera saja. Di sisi lain banyak destinasi wisata yang berpotensi meningkatkan daya kunjung wisatawan di Danau Toba yang merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Salah satu destinasi yang memiliki potensi meningkatkan pariwisata adalah Monkey Forest di Geosite Sibaganding, Parapat, Kabupaten Simalungun. 

img_title Satgas Rajawali V Baku Tembak di Hutan Maybrat, 3 OPM Dilaporkan Tewas

Monkey Forest merupakan hutan lindung di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun yang dihuni habitat monyet-monyet berjenis kera, beruk, dan siamang. Ada yang menarik dari destinasi ini, untuk memanggil para hewan primata dari dalam hutan, pawang meniupkan terompet khusus yang telah dimodifikasi terbuat dari tanduk kerbau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sang pawang, Abdul Rahman Manik  menuturkan Monkey Forest Sibaganding sebetulnya layak dijadikan destinasi menarik di kawasan Danau Toba. 

img_title Makanan Halal Bukan Hanya Soal Bahan, Ada Proses Panjang yang Harus Diperhatikan

Namun, kini kondisi destinasi wisata itu kian memprihatinkan alias tidak terkelola dengan baik. Ironisnya, banyak kera dan beruk turun ke jalan meminta makanan dari para pengguna kendaraan bermotor yang melintas dari dan menuju Parapat. Abdul tak menampik jika banyak kera dan beruk meminta belas kasih alias mengemis demi mendapatkan makanan. 

"Di sini monyetnya banyak, tapi makanannya tidak tercukupi. Monyet yang kalah bertarung antar sesama maka turun ke jalan karena tidak kebagian makanan alias mengemis. Karena kurangnya pengunjung dan biasa mereka diberi makan di jalan. Makanya mereka betah di jalan," katanya di Monkey Forest, Sabtu, 9 Februari 2019. 

img_title Bahan Makanan Makin Beragam, Ini Tantangan Menentukan Halal dan Haram dalam Islam

Kurangnya makanan untuk para hewan primata itu bukan saja mengancam keberlangsungan hidup satwa-satwa. Tapi kendaraan bermotor juga terus menghantui keselamatan para kera dan beruk yang turun ke jalan untuk mengemis makanan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bahayanya mengganggu lalu lintas, mengancam nyawa kera karena bia terlindas kendaraan bermotor. Sering ditangkap orang," ungkap Abdul. 

Sementara itu, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengatakan Monkey Forest Sibaganding memiliki potensi wisata bernilai tinggi. Namun, karena buruknya pengelolaan menjadikan Monkey Forest Sibaganding sulit mendatangkan perekonomian yang baik bagi masyarakat sekitar. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut