7 Tips Aman Menginap di Hotel Selama COVID-19
- VIVA/Novina Putri Bestari
VIVA – Pandemi COVID-19 membuat kita semua diharuskan tetap berada di rumah. Kalaupun harus ke luar rumah, protokol kesehatan sangat wajib dilakukan guna menghindari penularan virus corona.
Jika akan bepergian selama pandemi COVID-19, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko. Ikuti langkah-langkah sederhana ini untuk membuat penginapan atau hotel selama COVID-19 seaman mungkin.
Dilansir dari oyster.com, berikut ini tujuh tips aman menginap di hotel selama COVID-19, supaya tetap aman selama berada di hotel.
Pilih hotel yang menerapkan protokol kesehatan
Strategi keamanan dimulai sebelum Anda memesan hotel. Lakukan riset sebelum membuat reservasi untuk memastikan bahwa hotel Anda mengikuti protokol keamanan yang ditingkatkan (seperti meningkatkan sanitasi di area umum, menerapkan penggunaan masker, dan membuat check-in tanpa kontak).
Terus ikuti protokol kesehatan
Memakai kacamata dan masker
- independent.uk
Jangan mengendurkan kewaspadaan Anda hanya karena Anda sedang berlibur. Ikuti tip umum keselamatan COVID-19 yang sama yang Anda praktikkan dalam kehidupan sehari-hari saat Anda berada di hotel. Tiga hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah:
- Pertahankan jarak dengan orang lain
- Memakai masker
- Sering-seringlah mencuci tangan, terutama setelah check-in/check-out, segera setelah masuk kamar hotel, setelah memegang uang tunai/kartu kredit, dan sebelum makan.
Buka jendela hotel
Jika Anda bisa, buka jendela di kamar hotel Anda untuk menghirup udara segar—terutama jika Anda berbagi kamar dengan seseorang.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ventilasi merupakan faktor penting dalam mencegah penyebaran virus penyebab COVID-19. Resirkulasi udara dari unit AC split, koil kipas atau sistem apa pun yang berjalan dengan mode resirkulasi harus dihindari jika memungkinkan, kecuali di ruang hunian tunggal tanpa ada orang lain.
Jika resirkulasi tidak dapat dihindari, tingkatkan pertukaran udara luar ruangan dengan membuka jendela, jika memungkinkan dan aman untuk melakukannya, dan minimalkan hembusan udara dari satu orang secara langsung ke orang lain.
Kipas angin di lantai atau di langit-langit dapat memberikan ventilasi jika orang yang menempati ruangan berasal dari rumah yang sama, tetapi tidak disarankan jika wisatawan dari rumah yang berbeda sedang berkumpul.”