Prediksi Tren Traveling 2023, Workcation Bakal Terus Tumbuh

Ilustrasi Traveling
Sumber :
  • Freepik

VIVA Travel – Kekhawatiran akan potensi resesi ekonomi global yang diprediksi mencuat pada 2023, tampaknya tak menyurutkan minat masyarakat untuk traveling. Berdasarkan data Pegipegi Travel Report 2022, sebanyak 80 persen responden tetap berencana traveling meski menyadari potensi resesi. 

Bikin Cepat Empuk dan Kaya Rasa, Begini Teknik Masak Buntut Sapi Ala Chef Profesional

Lantas, seperti apa tren traveling di tahun 2023 ini? Berikut beberapa prediksi tren yang akan berlanjut dan tumbuh di tahun ini, dikutip dari data Pegipegi Travel Report 2022. Yuk, scroll.

Staycation Tetap Diminati
Staycation di akomodasi terbaik yang terjangkau dari tempat tinggal merupakan pilihan praktis, tapi tetap bisa mengasyikkan bagi travelers terutama bagi mereka yang memiliki bujet liburan terbatas.

Hard Gumay Bongkar Rumah Makan Pakai Penglaris, Relate Pengalaman Anwar yang Bikin Merinding

Ilustrasi hotel.

Photo :
  • Pexels

Selain sifatnya yang praktis dan terjangkau, tren ini akan tetap diminati karena memungkinkan travelers melakukan aktivitas menyenangkan bersama anggota keluarga, teman atau pasangan. 

Chef Glennaldy Ajak Eksplorasi Rasa Indonesia Modern, Seperti Apa?

Sebagian besar layanan akomodasi juga telah berkembang dari sekadar tempat menginap, menjadi tempat untuk menghabiskan waktu liburan berkualitas. Misalnya, bercengkerama dengan keluarga sambil menonton streaming film, mengajak anak bermain di kolam renang, mini zoo dan taman bermain, hingga makan malam bersama pasangan di restoran hotel

Workcation atau Business Leisure Terus Tumbuh
Situasi pascapandemi COVID-19 menciptakan pola kerja yang lebih fleksibel, di mana orang-orang tak lagi harus bekerja dari kantor. Sebagian besar perusahaan telah melihat dampak positif kebijakan work from home (WFH) atau flexible working arrangement, baik dari sisi kualitas kehidupan perusahaan hingga performa bisnis. 

Hal ini juga berdampak pada munculnya tren workcation, di mana seseorang bekerja atau menjalani aktivitas bisnisnya sembari liburan dengan waktu keberangkatan pada hari Kamis atau Jumat dan pulang di akhir pekan. 

Tren ini diperkirakan akan terus tumbuh di tahun 2023 seiring upaya pemerintah yang juga telah mengeluarkan kebijakan visa digital nomad yang memungkinkan para pekerja jarak jauh (remote worker) datang ke Indonesia untuk bekerja sambil liburan. Selain itu, sejumlah layanan akomodasi juga banyak yang menawarkan paket inap dalam jangka panjang. 

Hidden Gems dan Glamping untuk Healing
Pegipegi Travel Report 2022 menemukan sebanyak 71 persen responden melakukan traveling untuk healing dan menemukan suasana baru. Penggunaan kata “Healing” yang masif di mesin pencarian Google sebesar 500 persen, dan temuan Pegipegi Travel Report 2022 mengonfirmasi tumbuhnya wellness tourism yang menawarkan konsep wisata dengan tujuan menjaga dan memelihara kesehatan mental dan jasmani. 

Ilustrasi traveling

Photo :
  • dok. pexels

Di tahun 2023 akan semakin banyak masyarakat yang traveling dengan mendekatkan diri ke alam, sambil memanfaatkan momen perjalanannya untuk merawat tubuh, jiwa, dan menyegarkan pikiran. 

Masyarakat di perkotaan juga semakin tertarik melakukan glamorous camping atau glamping di layanan akomodasi yang menawarkan pengalaman menginap nyaman di tengah alam. Selain itu, sebagian kalangan masyarakat, khususnya Gen-Z, akan mengeksplorasi lebih jauh destinasi-destinasi alam cantik di Indonesia yang belum diketahui banyak orang (hidden gems). 

Hal ini dikarenakan kegemaran mereka dalam mengeksplorasi hal-hal baru dengan menjadikan wisata alam tersembunyi sebagai destinasi favorit dan memamerkan momen perjalanannya via media sosial. 

Bicara traveling dan staycation, Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah, juga menyediakan paket Journey to Fortune Staycation untuk liburan panjang. Paket ini mengakomodir keluarga yang libur akhir pekan untuk liburan panjang di kawasan elit Surabaya Barat, karena hotel ini juga tersambung langsung dengan Pakuwon Mall, pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia.

Alamsyah Jo, Complex General Manager The Westin Surabaya dan Four Points by Sheraton Surabaya Pakuwon Indah, mengatakan, pihaknya menyediakan beberapa pilihan acara untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, terutama bagi yang masih merayakan Imlek.

"Bagi mereka yang ingin merayakan Imlek dalam suasana yang lebih privat dan eksklusif, kami menyediakan Westin Meeting Room yang disulap cantik menjadi ruang makan pribadi dengan dekorasi burung merak dan bunga-bunga. Dan menyajikannya dengan set menu makan malam dengan menu Chinese-Favorite pilihan dari Westin Culinary Team," ujar Alamsyah Jo, dalam keterangannya, Rabu 1 Februari 2023.

Ilustrasi angpau Imlek.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Cara perayaan lainnya adalah bergabung dengan pesta Tahun Baru Imlek di restoran utama di kedua hotel. Di Westin, acara berlangsung di Magnolia Restaurant yang terletak di lantai L, yang bertajuk A Night in Shanghai. Prasmanan spesial datang dengan live station seperti carving, teppanyaki, bahkan dimsum. 

Para tamu dimanjakan dengan berbagai pilihan seperti US Grain Feed Smoked Beef Top Blade, Beijing Roast Duck, Crispy Pork Belly and Honey Charsiu Pork, Chicken Hainan, Wok Fried Beef with Hongkong Style, Yu-Sheng, Asian Noodle Soup, dan masih banyak lagi.

Sementara itu, di Four Points by Sheraton Surabaya Pakuwon Indah, Djaman Doeloe Resto & Bar mengadakan makan malam dan brunch buffet Lunar Celebration, yang dipenuhi oleh lebih dari 700 tamu. 

"Saat kami beralih ke konsep 'Indonesia-Peranakan' tahun lalu, kami mendapat banyak tamu repeater baru yang suka bersantap di tempat kami. Pada Imlek tahun ini, di Djaman Doeloe, kami menerima permintaan yang sangat tinggi sejak awal Januari, dan terjual sangat cepat," kata Alamsyah Jo. 

Menu andalan di sini antara lain, Yu Sheng salad, Crispy Pork Belly, Peking Duck, Hokkian Noodle, Dim Sum, BBQ Station, Lontong Cap Go Meh, Desserts dan masih banyak lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya