SOROT 489

Kembalinya Trah Cendana

Konferensi Pers Partai Berkarya
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yunisa Herawati

"Jadi ada beberapa sih yang gabung di sini, ada beberapa dari Beringin Karya yang gabung, seperti Pak Sekjen kita Pak Badarudin, akhirnya kita bareng-barenglah," ujar Neneng menambahkan.

img_title Mahfud MD Sebut Pemerintah Saat Ini Diwarisi Korupsi Terdahulu

Tak heran, bila Tommy dipercaya untuk mengemban dua jabatan yang cukup prestisius sekaligus. Pertama adalah Ketua Majelis Tinggi Partai, dan kedua, Ketua Dewan Pembina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengembalikan Orde Baru

img_title Mahfud MD: Korupsi Saat Ini Canggih di Semua Lini, Bisa di Ijonkan

Selain Tommy, Partai Berkarya juga diisi sejumlah purnawirawan TNI. Di antaranya mantan petinggi Badan Intelijen Negara Mayjen TNI (Purn) Muchdi Purwoprandjono yang menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan dan mantan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.

"Visi misi kami tidak jauh dari apa yang dilakukan oleh Pak Harto. Yang pasti membangun ekonomi kerakyatan. Bagaimana caranya, ya tidak jauh bedalah dengan Pak Harto," ujar Neneng.

img_title Komnas HAM Bandingkan Represifitas TNI-Polri Saat Ini dengan Orba

Menurut dia, alasan keluarga Cendana khususnya Tommy terjun ke politik bukan untuk tujuan pragmatis. Putera Mahkota Cendana itu disebut ingin melanjutkan cita-cita almarhum ayahnya. "Kita tahu ada Partai Golkar yang dulu juga didirikan oleh ayahnya. Tapi Mas Tommy tidak bisa melanjutkan di sana, maka dibuatlah (partai) sendiri dan kita perbesar bersama untuk bisa berkiprah sesuai dengan keinginannya, berkarya untuk Indonesia Raya," ujarnya menambahkan.

Neneng mengklaim, masyarakat sangat merindukan kepemimpinan tokoh seperti Soeharto. Hal itu berdasarkan pada pengalamannya sendiri yaitu dikejar-kejar masyarakat lantaran mobil yang dia tumpangi bergambar Soeharto. Karena itu dia yakin partainya akan mampu melenggang ke Senayan. "Kami berharap bisa menang di 2019 nanti. Target kursi di DPR tidak muluk ya, di bawah 13 persen."

sorot partai garuda - berkarya

Jajaran pengurus DPP Partai Garuda menggelar konferensi pers 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain Partai Berkarya, KPU juga meloloskan Partai Gerakan Perubahan Indonesia atau Garuda. Partai ini dipimpin Ahmad Ridha Sabana, mantan Presiden Direktur PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) milik Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut.

Sejumlah kalangan menuding, partai dengan nomor urut enam ini dekat dengan Orde Baru. Pasalnya, orang nomor satu di partai ini merupakan orang dekat dan kepercayaan Mbak Tutut. Namun, tudingan ini dibantah. Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana mengatakan, partai yang dideklarasikan pada 16 April 2015 itu tidak ada hubungannya dengan Cendana. "Enggak ada kaitannya," ujarnya kepada VIVA

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut