- VIVA.co.id/Yunisa Herawati
Ridha mengaku sudah lama tidak di TPI. Selain itu, dia juga sudah tidak bekerjasama lagi dengan anak sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana. "Ini benar-benar kami bangun partai dari nol. Bagaimana peran DPC, bagaimana peran luar biasa kader-kader. Lihat saja kantor kami sederhana, enggak mewah. Dengan diloloskan ke KPU, kami memenuhi syarat sesuai ketentuan," ujarnya bangga.
Dia menuturkan, Partai Garuda merupakan partai anak muda, punya pikiran harus ke arah perubahan lebih baik. Hal lain, mereka ingin mengajak pemuda bagaimana mendirikan partai dari bawah, bukan kelompok besar. "Artinya kembali dari rakyat."Â
Tak Gentar
Kehadiran dua partai yang disinyalir berhubungan dengan keluarga Cendana itu tidak dikhawatirkan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mereka menilai, dalam demokrasi dan hukum di Indonesia, yang dilarang adalah menyebarkan ajaran Komunisme, Marxisme dan Leninisme. Sedangkan ideologi lainnya sepanjang tidak mengajak orang untuk melakukan perbuatan kriminal tak dilarang hukum.
Artinya, bila ada parpol yang mau mengusung ajaran atau konsep Orde Baru bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan sepanjang tidak mengajak orang melakukan perbuatan yang dapat dipidanakan. "Kan membumikan terus ajaran Marhaenisme yang disusun Bung Karno juga tidak dilarang. Tentu kalau yang dimaksud adalah menyebarkan ajaran-ajaran Pak Harto yang baik tentang kerakyatan dan lain-lain boleh saja," kata Sekretaris Jenderal DPP PPP, Arsul Sani kepada VIVA, Kamis 22 Februari 2018.
Arsul menilai, lolosnya dua partai itu tak menunjukkan akan kembalinya Orde Baru. Dia yakin, situasi sosial kemasyarakatan saat ini sudah beda. Jauh dengan zaman Orba. Sehingga kalau pun ada partai yang menyatakan dirinya sebagai kekuatan baru Orba, belum tentu dipilih masyarakat. "Kita masih harus nunggu Pileg 2019, nanti," ujar anggota Komisi III DPR ini.
Arsul juga tidak melihat Berkarya dan Garuda sebagai ancaman. Namun, dia tidak membantah bahwa mereka merupakan kompetitor. Tapi tidak hanya untuk PPP melainkan semua partai kontestan Pemilu 2019.
![]()
Mantan Presiden Soeharto bersama Siti Hardiyanti Rukmana
Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding tidak menyalahkan pandangan, lolosnya dua partai itu berarti kembalinya Orde Baru. Karena, pendirinya adalah orang-orang Orba seperti sejumlah partai lain yang didirikan tokoh-tokoh Golkar. Namun, karena sudah punya kepentingan sendiri-sendiri, mereka cenderung memperjuangkan visi-misi partainya masing-masing.