- mbakpandu.com
Setelah bertahun-tahun bekerja pada bidang teknologi ini, sebagai wanita membawa keuntungan tersendiri. Kemampuan melihat sesuatu lebih terperinci yang dimilikinya menjadi salah satu alasan mengapa wanita sangat cocok bekerja di dunia yang maskulin ini.
"Ada cara yang berbeda untuk wanita menguasai dunia IT dan kebetulan cara tersebut justru memiliki value yang lebih strategis. Kemampuan wanita untuk lebih melihat sesuatu dengan detail, menjaga kerja sama, dan melihat big picture, semuanya membuat wanita cocok berada dalam IT, khususnya di level enterprise," lanjutnya.
Perempuan itu mampu
Kesetaraan gender menjadi teman utama sebagian besar wanita di belahan dunia mana pun. Beberapa gerakan menginisiasi untuk terus mendorong mereka bisa berkarier dan berkehidupan sama dengan para pria. Mereka juga mulai berpegangan tangan untuk membantu satu sama lain dalam memerangi ketidakadilan dan diskriminasi gender yang kerap terjadi.Â
Indonesia memiliki Kartini, sosok pahlawan perempuan yang menginginkan adanya kesamaan derajat antara pria dan wanita. Zaman dulu memang masih menyoal pendidikan yang setara. Tapi, sekarang sudah berkembang menjadi bisa bekerja dan memiliki kehidupan yang setara dengan para pria.
Menurut Pandu, memang sudah banyak daerah yang mulai menyetarakan gender dari semua berhak mendapatkan pendidikan yang sama dan juga pekerjaan serta penghasilan yang sama, contohnya bisa dilihat pada kota besar seperti Jakarta. Namun, beberapa daerah, khususnya di pedalaman dan Aceh, belum bisa merasakan hal tersebut.Â
![]()
Pandu Sastrowardoyo saat menghadiri acara di Bali. (Facebook.com/Pandu Wisaksono)
Pandu percaya bahwa wanita memiliki modal kemampuan untuk bisa berkiprah di area publik. Salah satu kemampuan yang dimiliki wanita adalah cara mereka berkomunikasi dengan orang lain yaitu saat berbicara, berinteraksi juga saat kerja sama. Selain itu, wanita mempunyai kemampuan sosial.Â
"Secara kemampuan sosial, berbicara, interaksi, dan kerja sama, perempuan Indonesia mampu untuk memimpin komunitas secara virtual maupun dalam dunia nyata. Kemampuan ini yang harus dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan yang ingin mengembangkan produk sekarang ini, baik produk IT atau bukan," tuturnya.