- REUTERS/Andrew Kelly
Cynthia menambahkan, hingga saat ini pasien yang meminta layanan filler nyaris semua pasien adalah perempuan. Sedangkan tanam benang masih ada laki-laki yang meminta. Sebagai perbandingan, untuk filler perbandingannya adalah 1:10, sedangkan untuk tanam benang perbandingannya adalah 2:5.
![]()
Artis Ernie Johan saat pemasangan tanam benang di Jakarta. (VIVA/Diza Liane Sahputri)
Sayangnya, meski di Indonesia tren ini terus naik, tapi tak ada aturan. Sehingga dokter umum juga bisa melakukan operasi tersebut. "Kalau dokter bedah tidak mengerjakan ini, mereka lebih ke operasi besar, kalau spesialis cenderung ke dermatologi," katanya.Â
Tapi, proses ini aman jika dokter yang menangani sudah pengalaman dan memiliki sertifikat kompetensi. Ia menyarankan agar pasien mengecek dahulu sertifikat dokter sebelum mengambil keputusan. Apakah sertifikat itu asli dan bekerja sama dengan ikatan dokter, kerja sama dengan perusahaan, atau dengan dokter spesialis.Â
Ia mengingatkan, tanam benang dan filler memang bisa memberikan efek maksimal, tapi ada masa berlakunya. Setelah masa itu habis, maka efeknya akan memudar dan kulit kembali kendor.Â
Menurutnya, jika mau melakukan tanam benang atau filler, dokter harus tahu anatomi wajah. Sebab, salah suntik fatal akibatnya. Untuk filler harus tanya ada alergi atau tidak, riwayat filler atau suntik tertentu. Pemahaman mengenai kondisi pasien dan kemampuan dokter yang memadai akan membuat proses berjalan aman dengan hasil maksimal. (ms)