- Dok. Revivaltv
Harapan yang kurang lebih sama juga disampaikan Justin. Ia berharap ada penghargaan atau pengakuan yang diberikan pemerintah jika mereka atau atlet e-sports lain berhasil mengharumkan nama bangsa di kompetisi kancah internasional.
Namun harapan mereka sepertinya masih jauh panggang dari api. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang mengundang mereka ke ruang kerjanya ternyata juga belum memiliki konsep jelas untuk masa depan atlet e-sports. Kepada VIVA, Zulkifli mengaku mendukung kreativitas mereka dan mengakui mereka sebagai anak muda yang cerdas dan kreatif. "Mereka ini aset bangsa," ujarnya.
Namun berikutnya, Zulkifli hanya memberi pesan agar mereka menjadi pelopor untuk persatuan dan kesatuan bangsa, melek politik, dan memahami nilai-nilai bangsa. Ia belum menyentuh substansi yang diharapkan para game player atau atlet e-sport tersebut.
![]()
Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri, Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif atau BEKRAF Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan, pemain game sudah mulai menjadi profesi yang menjanjikan. "Sebab ke depannya peradaban manusia akan sangat dipengaruhi teknologi. Begitu pula dengan kehidupan sosial," katanya.
Sayangnya, Boni tak memerinci lebih jauh, peran apa yang bisa diambil oleh para game player, juga langkah strategis apa yang bisa dilakukan BEKRAF untuk menegaskan karier mereka di masa depan.
Langkah lebih progresif justru dilakukan oleh Telkomsel. Provider jasa layanan komunikasi ini membaca tingginya minat bermain game di Indonesia, termasuk partisipasi aktif pengguna jasa Telkomsel untuk bermain game. Tahun ini, perusahaan tersebut berniat kembali menyelenggarakan Indonesia Games Championship. Tahun lalu, acara tersebut dinilai sukses. 13 ribu peserta dan pengunjung ikut dalam acara ini, bahkan 246 ribu lainnya menyaksikan secara streaming.
Auliya I. Fadli, General Manager Games & Apps Telkomsel mengatakan, IGC adalah sebuah ajang kompetisi games dan menjadi tempat berkumpulnya anak muda yang memiliki keterampilan bermain games. "Kompetisi tahun kedua ini diperkirakan akan diikuti lebih dari 15 ribu peserta dan pengunjung. Jadi bisa dibilang ini akan menjadi event turnamen online games atau e-sports terbesar di Indonesia," ujarnya menjawab VIVA melalui surat elektronik.