- VIVA/Muhamad Solihin
Wajah pasar game di Indonesia juga bisa dilihat dari survei SuperData untuk periode kuartal terakhir 2015 dibandingkan dengan kuartal terakhir 2016. Dari survei tersebut terlihat Indonesia jadi surga bagi game mobile. Pertumbuhan jumlah pemasangan game mobile di Indonesia mencapai 192 persen. Padahal di India hanya 51 persen, Meksiko 52 persen dan Amerika Serikat 63 persen.
Rata-rata pendapatan yang diperoleh dari pemain game mobile di Indonesia hampir bersaing dengan India. Pertumbuhan pemain game Indonesia yang membyar tiap bulannya mencapai 7 persen. Sedangkan dari persentase konsumen game mobile yang membayar di Indonesia hampir 50 persen lebih tinggi dibandingkan India, dan cenderung membeli hampir dua kali lipat lebih banyak daripada konsumen normal.
Dengan riuhnya game mobile di Indonesia, SuperData menempatkan pemain game mobile di Indonesia punya kemiripan dengan konsumen di Jepang, China dan Korea Selatan.Â
Cuma Jadi Pasar
Pasar game di Indonesia memang menarik. Salah satu perusahaan telekomunikasi Telkomsel mencium potensi tersebut. Games menjadi salah satu layanan digital yang dibidik BUMN telekomunikasi itu.
General Manager Games and Apps Telkomsel Auliya I Fadli mengatakan, ada tiga alasan yang membuat Telkomsel fokus membangun industri game. Pertama, layanan game membutuhkan standar jaringan berkualitas tinggi dengan kecepatan tinggi dan latensi rendah. Kedua, Telkomsel ingin dekat dengan anak muda yang gemar main game dan esport. Ketiga, mereka menggandeng komunitas pengembang game dan pemain game dalam mengembangkan ekosistem digital industri game.
Aulia menuturkan, Telkomsel juga mengembangkan portal khusus bagi pemain game hingga menggelar kompetisi Indonesia Games Championship (IGC) dalam dua kategori yaitu PC Game dan Mobile Games.
"Melalui IGC ini, kami berupaya mewadahi komunitas pengembang game, penerbit game dan pemain game yang ada di Indonesia untuk saling berinteraksi dan berbagi informasi seputar game secara offline," ujar Aulia kepada VIVA, Kamis 5 April 2018.
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengakui seksinya pasar game di Indonesia. Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri, Deputi Pemasaran Bekraf, Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan, prospek dan potensi game online di Indonesia besar.