SOROT 495

Tambang Uang dari Permainan

Pemain Game Mobile Legends, Fadhil Abdurrachman
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Menurut dia, perputaran uang di industri ini juga besar. Pasalnya, industri kreatif ini melibatkan pengembang aplikasi, dan monetisasi produk game. Selain itu, di ekosistem game ini terdapat bisnis lain yakni payment gateway. Jadi sisi ini bisa dimainkan untuk menambah nilai game Indonesia.

img_title Berburu Hadiah Gratis di Mobile Legends, Ini Kode Redeem ML 4 September 2026 yang Bisa Dicoba Hari Ini

"Beberapa industri Indonesia fokus di situ. Dan itu jadi value change yang bagus," ujarnya menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayangnya, pasar game di Indonesia banyak dikuasai oleh produk game asing. Industri game di Indonesia masih menjadi pasar alias konsumen belum menjadi produsen. Indonesia belum bisa bersaing dengan AS, Jepang dan Korea Selatan yang sudah menciptakan platform.

img_title Kapan Mobile Legends Mulai Populer di Indonesia? Ini Perjalanan MLBB hingga Jadi Game Favorit

"Kita baru menguasai market di dalam negeri cuma 8-9 persen dari 100 persen, sisanya game luar. Game kita masih terbatas," ujar Wahyu.

Dia menuturkan, meski ekosistem game di Indonesia belum bisa seperti tiga negara di atas. Namun bukan berarti Indonesia tak punya visi dalam mengelola industri game lokal. Bekraf menilai, perkembangan industri game di Indonesia tak terlalu buruk. Menurut dia, dengan terus memperbesar pasar akan melahirkan dan memunculkan produsen game lokal.

img_title Edit Nama Keren dengan Simbol Unik untuk Free Fire, Mobile Legends, dan PUBG

"Target kita ke depan adalah bagaimana produk yang dihasilkan oleh para gammers bukan cuman hanya jadi pemain game. Tapi juga menciptakan game karena di situ nilai ekonominya yang sangat tinggi."

Jadi Tuan di Negeri Sendiri

Optimisme tersebut disambut pelaku game lokal. Wahyu mengatakan, pelaku game di Asosiasi Game Indonesia (AGI) saat ini sudah turun gurung mendorong agar produksi game lokal makin baik.

Kerisauan Bekraf atas dominasi game asing di industri lokal disadari oleh pengembang game, Agate Studio. Public Relations Manager Agate Studio, Vera Tan mengatakan, potensi dan bisnis game cukup menggiurkan di Indonesia meski perkembangnnya belum begitu sempurna.

Menurut dia, salah satu kendala untuk perkembangan game lokal adalah pemain asing. Pengembang game Indonesia masih berada di bawah China, Jepang, AS dan negara Eropa lainnya. "Pesaing kami dari luar negeri," ujarnya kepada VIVA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Game online.

Dengan dominasi pemain dari luar negeri, potensi besar game di Tanah Air otomatis lebih banyak dinikmati mereka. Advisor Keong Games, Andi Taru mengakui, perkembangan industri game tahun ini moncer. Namun di tengah gebyar tersebut ada tantangan, yakni gencarnya asing menguasai industri game di Indonesia. Dengan kondisi itu, pemain industri game lokal dituntut punya keunikan dan nilai lebih tersendiri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut