Mereka Jadi Martir Reformasi

 Peringatan Tragedi 12 Mei 1998
Peringatan Tragedi 12 Mei 1998
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

VIVA – Tety mencoba tabah saat menyiram jasad anaknya yang terbujur kaku di hadapannya dengan air dalam gayung. Namun air matanya tak kuasa mengucur deras, kala tangan wanita paruh baya itu menyentuh luka tembak di punggung anaknya.

"Lukanya di belakang. Ada yang tanya, Mama kuat mandiin, insya Allah saya kuat. Akhirnya saya mandiin dalam keadaan menangis, tapi enggak histeris," kata Tety.

Sambil terisak, pemilik nama lengkap Hira Tety Yoga itu lalu menyampaikan ungkapan lara pada jasad anaknya. "Elang... ini Mama mandiin kamu, yang terakhir ya."

Sehari sebelum kejadian, Senin malam, 11 Mei 1998, Tety dan Elang bercengkrama di teras rumah. Di sela percakapan, tak biasa-biasanya pria bernama lengkap Elang Mulia Lesmana itu mengungkapkan rasa takutnya pada sang Mama.

 

Sorot 20 tahun Reformasi - Peringatan tragedi 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti

Foto Elang Mulia Lesmana (kanan) dibawa oleh sejumlah mahasiswa saat peringatan tragedi 12 Mei 1998, di Universitas Trisaksi, Jakarta.  (VIVA/Anhar Rizki Affandi)