- ANTARA FOTO/Ampelsa
Mereka lalu membuat kelompok beranggotakan 30 orang dengan tujuan saling memberi dukungan agar rekan dalam grupnya berhasil menamatkan satu juz setiap hari. Awalnya tak mudah mencari orang dan meyakinkan mereka bahwa menamatkan bacaan Alquran sebanyak satu juz dalam sehari bisa dilakukan.Â
Setelah dua pekan, akhirnya grup terbentuk. Mereka mulai menjalankan niat baik itu. Pada 3 November 2013, kelompok ini berhasil menyelesaikan 30 juz bersama-sama. Â
![]()
Keberhasilan itu ternyata menarik minat lingkungan terdekat mereka. Berawal dari satu kelompok, akhirnya terbentuk kelompok-kelompok lain.Â
Semangat ingin menularkan kebaikan membuat anak-anak muda yang berusia 20 hingga 30an tahun dan sebagian besar berstatus mahasiswa itu terpikir untuk menularkan perbuatan baik ini kepada sebanyak-banyaknya orang.Â
Maka pada 11 November 2013, mereka melakukan soft launching di Jakarta dengan 20 grup. Soft launching ini berdampak cepat, Januari 2014, sekitar 20.000 ribu orang menyatakan bergabung dalam kegiatan ini.Â
Pada 4 Mei 2014, grand launching dilakukan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. "Itu menjadi rekor dunia karena pertama kalinya ada tilawah yang dihadiri oleh 70 ribu orang di dunia. Itu 'puncak' yang membuat teman-teman tambah semangat sampai membuat kepengurusan dari tingkat pusat hingga di daerah, bahkan perwakilan luar negeri. Kami buat koordinator admin pusat, tingkat area/daerah, begitu seterusnya, dan Alhamdulillah sekarang itu berjalan," kisah Ricky.Â
Gerakan One Day One Juz terus bergulir. Kini, sudah ada 200 Dewan Perwakilan Area (DPA) di Indonesia dan luar negeri. DPA ini terus bergerak secara offline di daerahnya masing-masing dengan kegiatan membagikan Alquran dan kajian tafsir.Â
Kemudian ada program NgaOS (Ngaji on the Street) seperti ngaji di tempat-tempat umum, di rest area, tepi pantai, kereta, dan sebagainya. Selain itu, anggota kelompok ini kerap aktif dalam aksi-aksi sosial seperti Aksi Bela Palestina atau aksi kemanusiaan lainnya.
Menurut catatan Ricky, tahun ini atau lima tahun setelah launching pertama, ODOJ kini sudah memiliki sekitar 113.000 anggota yang terbagi dalam 40.000 kelompok tilawah. Anggota mereka juga tak hanya berada di Indonesia, tapi juga di Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Amerika, dan negara lain.