SOROT 502

Bergerak dalam Aktivitas Religi

Sorot ghirah - Umat muslim muda menghafal ayat Alquran
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ampelsa

Gerakan Mukena Bersih
Saat akan menunaikan salat di sebuah kantor, Gita Saraswati kaget bukan kepalang. Mukena yang tersedia di musala tampak kumal, lusuh, dan berbau tak sedap. Sejenak ia menghela napas, lalu meletakkan kembali mukena tersebut. 

img_title Tutup Celah Penyimpangan, Kemenhaj Hapus Mekanisme Lunas Tunda Ganti

Sebagai muslimah, hatinya terusik. "Bukankah kebersihan sebagian dari iman? Ini kan cerminan perilaku dan akhlak umat Muslim," batinnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apalagi, musala tempat Gita akan menunaikan salat berada di sebuah perusahaan besar. "Saya mikirnya, musala di tempat orang-orang pintar saja seperti ini, bagaimana di tempat lain. Ini kan terkait sama pemahaman beragama kita," ujarnya.

img_title Wacana Kenaikan Biaya Haji 2027, Pimpinan DPR Minta Pemerintah Lakukan Rasionalisasi

Tapi, Gita enggan menyalahkan orang lain atas kondisi tersebut. Ia memilih bersikap dan mengambil peran agar mukena di tempat umum bisa layak digunakan. 

Esoknya ia kembali datang ke musala dengan membawa beberapa mukena yang baru, bersih, dan wangi. Mukena yang kotor ia ambil untuk dibawa pulang dan dicuci. 

img_title Bakom RI: Penyelenggaraan Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas 26 Tahun

Sejak itu, ia mulai rajin menyambangi musala di area publik sambil membawa sepaket mukena bersih. Ia lalu mengambil dan membawa pulang mukena yang kotor untuk dicuci, kemudian dikembalikan dalam keadaan bersih dan layak dikenakan untuk salat.

Gita tahu, musala di Jakarta berjumlah ribuan, dan kondisi mukena yang tak layak digunakan untuk salat jumlahnya bisa puluhan ribu. Menyadari tak mungkin melakukan aksi tersebut sendirian, Gita mengajak sahabatnya bergabung. 

Ajakan yang baik, disambut dengan gembira. Maka bergabunglah Diana Herutami, Dewi H. Gondokoesoemo, Indrawati DP, Niken Pongky, dan Siska Utami sebagai relawan. Agar kegiatan lebih terarah dan meluas, maka enam sahabat ini mendeklarasikan berdirinya Gerakan Mukena Bersih pada 27 Desember 2007, bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1429 Hijriah. 

Ilustrasi wanita mengenakan mukena

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gerakan Mukena Bersih siap memastikan ketersediaan mukena bersih di tempat ibadah umum, agar para muslimah dapat khusyuk beribadah. "Ke mal saja bisa rapi, masak beribadah dengan mukena kotor. Malu dong sama Allah," kata Gita. 

Aksi Gita dan enam sahabatnya terus meluas dan mendapat dukungan. Tak hanya di mal, kegiatan membersihkan mukena juga dikenalkan ke sekolah dan perkantoran. Relawan aksi ini sudah mencapai ribuan, dan kegiatan terus berjalan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut