SOROT 510

Berebut Hati Jokowi

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, meresmikan Posko Join saat menghadiri peresmian Posko Join di Semarang pada Selasa, 17 April 2018.
Sumber :
  • VIVA/Dwi Royanto

VIVA – Jumat siang, 29 Juni 2018, belasan pemuda berbondong-bondong keluar dari lift lantai 9 sebuah gedung yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

img_title Usulan KPK Capres-Cawapres dari Kader Parpol Dinilai Keliru, Persempit Demokrasi

Mereka terlihat kompak, mengenakan pakaian dengan leher terlilit selendang. Semuanya serba warna putih. Petugas keamanan gedung dengan sigap mengantar mereka ke sebuah ruangan khusus di gedung tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para pemuda dengan seragam warna putih itu adalah Relawan Selendang Putih (RSP). Mereka adalah relawan yang mendorong mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

img_title Menguak Alasan KPU Rahasiakan Data Pribadi hingga Ijazah Capres-Cawapres

Hari itu, mereka mendatangi Gedung Grahadi tempat berkantornya para petinggi Partai Berkarya, partai besutan Tommy Soeharto. Mereka diterima oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso.

Relawan Gatot Nurmantyo di Aceh deklarasi.

img_title Aturan KPU, Ijazah hingga Rekam Jejak Capres-Cawapres Bakal Dirahasiakan

Suhu politik nasional kembali menghangat usai pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Jelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019 pada 4-10 Agustus, partai politik dan sejumlah tokoh bermanuver terkait koalisi dan posisi. Juga relawan yang melakukan beragam cara guna memikat hati Jokowi.

Gerak Relawan

Ketua Relawan Selendang Putih Rama Yumatha mengatakan, sejak awal organisasinya mendorong Gatot mencalonkan diri sebagai presiden untuk periode 2019-2024.

"Sampai hari ini kami menunggu, dan penuh keyakinan agar Pak Gatot menjadi RI-1. Gerakan-gerakan kita masif, dan terus bertempur, baik media maupun di daerah, mensosialisasikan Pak Gatot," kata Rama kepada VIVA.

Tak cuma itu, mereka juga berkomunikasi dengan partai politik guna mendukung Gatot. Pasalnya, Rama mengakui, untuk mencalonkan diri sebagai capres maupun cawapres membutuhkan kendaraan, yaitu partai politik.

"Alhamdulillah. Sejauh ini partai-partai welcome. Insya Allah pasti, tapi lihat nanti saja partainya apa. Kita sangat optimistis untuk itu," ujarnya menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rama pun tak sungkan menyebut sejumlah partai politik yang sudah bertemu dan berkomunikasi dengannya, seperti Partai Demokrat, PKS, Partai Berkarya, dan PAN. Ketika ditanya apakah Gatot tidak tertarik untuk menjadi cawapres mendampingi Jokowi atau Prabowo Subianto, Rama menyerahkan semuanya ke Gatot.

"Setahu saya, sih, Pak Gatot itu orangnya idealis dan tegas. Dia punya visi dan bukan seorang politisi. Ketegasan itulah modal seorang pemimpin," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut