SOROT 532

Pilkada Rasa Pilpres, Jokowi Vs Prabowo Jilid II

Sorot 532 Politik
Sumber :
  • VIVA

VIVA – Tensi tahun politik sudah memanas menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Perhelatan pilkada serentak gelombang tiga itu punya ukuran sendiri, karena waktunya mepet dengan tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

img_title Bahlil: Saya yang Usulkan Pilpres 2024 Ditunda Ketika Jadi Menteri Investasi, bukan Jokowi

Mepetnya waktu itu karena perbedaan hanya 37 hari antara pemungutan suara Pilkada 2018 dan pendaftaran calon presiden serta calon wakil presiden untuk Pilpres 2019. Hari pemungutan suara pilkada digelar 27 Juni 2018, sedangkan pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden dimulai 4 Agustus 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari 171 daerah yang ikut pilkada, ada sejumlah tingkat provinsi memilih gubernur dan wakil gubernur yang menjadi sorotan. Merujuk jumlah suara, lima provinsi dianggap punya pengaruh basis dukungan kuat untuk Pilpres 2019. Lima daerah itu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

img_title Istri Andre Taulany Diduga Pernah Hina Prabowo Sakit Jiwa di Pilpres 2019

Penghitungan suara Pilkada Serentak 2018 di Bandung, Jawa Barat

Penghitungan suara Pilkada Serentak di Bandung, Jawa Barat

img_title Paguyuban Marga Tionghoa Dorong Gunakan Hak Pilih 14 Februari untuk Lahirkan Pemimpin Berkualitas

 

Gubernur yang menang di lima wilayah itu dinilai akan merepresentasikan keunggulan terhadap figur salah satu capres. Peta politik dukungan pun mulai terlihat pasca hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) masing-masing daerah.

Empat gubernur pemenang memastikan dukungan terhadap calon presiden petahana Joko Widodo. Pada Pilpres 2019, Jokowi sebagai petahana akan berhadapan dengan penantangnya, Prabowo Subianto.

Keempat gubernur itu adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Dari lima kepala daerah itu, hanya Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang masih belum memutuskan dukungan di Pilpres 2019. Namun, peta politik menarik karena tiga kepala daerah di Jawa memastikan dukungan untuk Jokowi. Ada anggapan, capres yang bisa memegang Jawa maka potensi kemenangan bisa diraih di Pilpres 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jawa adalah kunci, biasanya begitu. Kenapa dianggap kunci karena jumlah pemilih di tiga wilayah itu kurang lebih 50 persen," kata pengamat politik UIN Jakarta, Adi Prayitno kepada VIVA, Kamis, 20 Desember 2018.

Namun, pilkada rasa pilpres ini belum tentu menjadi golden ticket bagi Jokowi. Meski diuntungkan dukungan beberapa gubernur dengan jumlah masyarakat di daerah yang besar, tak menjadi tolak ukur Jokowi mengalahkan Prabowo. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut