- ANTARA FOTO/Rahmad
Roslan menekankan semakin hoax mengancam maka akan lebih mudah diterima. Dengan menakut-nakuti akan lebih efektif.Â
"Memberikan pengaruh kepada manusia itu memang lebih efektif dengan cara menakut-nakuti dari pada dengan memberikan harapan. Karena otaknya manusia memang begitu," ujar Roslan kepada VIVA, Jumat, 11 Januari 2019.
Dia menjelaskan, dalam sudut pandang neuro science, dampak hoax punya narasi yang berbeda. Ia mencontohkan dalam politik, misalnya, hoax di satu sisi membahayakan satu kelompok. Namun, di sisi lain menguntungkan kelompok lawannya. "Secara politik pasti ada pihak yang diuntungkan, dan ada pihak yang dirugikan," tutur Roslan.
Maka itu, ia menekan penebaran hoax dalam pemilu dinilai efektif untuk mengalahkan lawan. Hoax, menurutnya, cukup efisien. Cara hoax pun sudah dilakukan dua kubu yang bersaing dalam pilpres kali ini.
"Sangat efektif dan efisien sekali itu. Enggak usah mahal-mahal. Kan yang disampaikan dalam kampanye selama ini dua-duanya kan makin enggak relevan," ujar Roslan.
Suara elite soal maraknya hoax disampaikan duku kubu yang bersaing di Pilpres 2019. Saling tuding dengan menyalahkan pihak lawan masih jadi andalan mereka.Â
Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni menyindir gaya kubu Badan Pemenangan NasionalPrabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menebar ketakutan karena meniru cara Donald Trump di AS dan Jail Bolsonaro di Brasil.
![]()
Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni. (VIVA/Dhana Kencana)
Bagi Toni, kesamaan kubu pasangan nomor urut 01 itu dengan Trump dan Bolsonaro adalah memproduksi sebanyak mungkin berita hoax. Selanjutnya, disebarkan secara sistematis untuk diviralkan. Kata dia, contoh terbaru terkait hoax tujuh kontainer surat suara tercoblos.
"Tujuannya itu tadi coba membuat kesadaran palsu masyarakat. Ini kan jadi tuduhan mereka, bahaya China, Pak Jokowi antek China. Kemarin kontainernya berasal dari China," jelas Toni.
Kendati demikian, Toni optimistis, serangan hoax yang masif menyerang Jokowi-Ma'ruf tak akan terlalu pengaruh. Hal ini mengacu lembaga survei yang menyatakan hasil elektabilitas Jokowi-Ma'ruf masih memimpin.
Pembelaan disampaikan kubu BPN Prabowo-Sandi. Juru Bicara BPN, Andre Rosiade menepis tudingan lawan bila kerap menebar hoax. Terkait hoax tujuh kontainer, ia menepis bila pelaku bernama Bagus Bawana merupakan anggota relawan BPN.