SOROT 542

Youtube Tak Lagi Mudah Jadi Ladang Emas

Youtuber Atta Halilintar (ketiga kiri bawah) dan Ria Ricis (keempat kanan bawah)
Sumber :
  • Instagram.com/@riaricis1795

Tak heran jika profesi ini menjadi incaran banyak orang, terutama kalangan generasi muda milenial. Seiring dengan perkembangan teknologi internet di Indonesia, banyak konten kreator yang bermunculan membuat kanal di YouTube.

img_title Final ASEAN Cup 2026 Cetak Rekor Jumlah Penonton Siaran Langsung, Youtube: Luar Biasa!

Namun Heru menjelaskan bahwa untuk menjadikan YouTube sebagai ladang emas di masa sekarang ini, butuh perjuangan ekstra. Bisa jadi bahkan lebih sulit ketimbang proses yang ditempuh pemain lama seperti Ricis dan Atta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Memang orang banyak ingin jadi YouTuber, bisa mendapatkan uang, nah ini perlu diluruskan juga bahwa tidak semua YouTuber sukses. Tidak serta-merta mendapat uang besar dari YouTube. Karena kan sekarang ini apalagi. Kalau dulu di awal-awal mungkin view saja langsung dinilai, kalau sekarang kan perhitungannya sudah lebih panjang,” ujar Heru.

img_title Kabar Baik buat Content Creator Indonesia

“Jadi jangan mengharapkan uang dulu, nanti yang ada malah frustasi,” katanya.

Menurut Heru, kalaupun ingin mendapatkan penghasilan, bisa dari endorse maupun kerja sama dengan sponsor. Selain itu, sebagai konten kreator sebaiknya juga memproduksi tayangan tanpa mengabaikan nilai-nilai informasi dan kaidah budaya.

img_title Selandia Baru Perketat Medsos: Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Akses TikTok, YouTube hingga X

“Jadi bikinlah konten yang bagus, secara kontinyu, tentang banyak hal. Nanti kalau kontennya bagus, ya orang akan nonton,” ujarnya.  

sorot youtube head quarter (kantor pusat)

Heru juga mengatakan bahwa meski persaingan sebagai YouTuber semakin membuat peluang mendulang adsense semakin menipis, bukan berarti jalan untuk sukses dari platform ini menjadi tertutup. YouTube masih dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mempromosikan karya, memanfaatkan skill, dalam kerangka personal branding.

“Dulu (penyanyi) Raisa juga banyak upload video waktu dia main musik di YouTube. Kalau dibilang dia YouTuber ya iya, tapi penghasilannya bukan sebagian besar sebagai YouTuber, tapi sebagai penyanyi,” kata Heru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Intinya, Heru berpesan bahwa hindari harapan yang terlalu tinggi untuk bisa segera memperoleh uang dari YouTube. Sebaliknya jadikan YouTube sebagai media untuk menunjukkan kreativitas dan aktualisasi diri.

Terlepas dari itu, bicara soal prediksi peluang menjadi konten kreator video di masa mendatang. Heru menyebut bahwa saat ini Indonesia sedang menuju era di mana konten video akan semakin eksis di ranah digital. Didukung kecepatan internet yang memadai, konsumsi video bakal kian marak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut