- Instagram.com/@riaricis1795
“Indonesia akan memasuki konten video. Karena kecepatan internet kita meski tidak terlalu bagus, ya walaupun tidak begitu bagus, tapi putar video bufferingnya enggak terlalu lama. Arahnya nanti memang akan ke video dan live streaming,” katanya.
Dengan demikian, mengacu pada pendapat Heru, peluang sebagai konten kreator video masih terbuka lebar. Akan tetapi, tetap perlu memperhatikan aspek-aspek yang menunjang nilai jual. Misalnya konten yang berkualitas, menonjolkan keunikan, dan tidak terpaku pada hasil adsense jika masih menjadi pemain baru.
“YouTube menjadi media saja untuk berkreatifitas. Ketika kita kreatif di satu hal, rejekinya bisa dari pintu lain. Namun perlu diingat untuk memunculkan sesuatu yang berbeda, kontennya akan seperti apa ya itu tugas kita untuk menggali potensi diri,” kata Heru. (ren)