SOROT 543

Sengitnya Perang Uang Elektronik

GoPay.
Sumber :

Menurut survei yang dilakukan Morgan Stanley, rata-rata transaksi melalui pembayaran digital mencapai Rp600 ribu per bulan untuk satu orang. Dan angka itu diprediksi akan terus meningkat. Kenaikan jumlah transaksi melalui pembayaran digital disebabkan beberapa hal, seperti banyaknya diskon yang ditawarkan, kerja sama toko dengan pembayaran digital, kemunculan sejumlah tempat parkir yang hanya menerima uang digital, hingga terciptanya ekosistem ramah konsumen.

img_title Perdalam Pasar di Segmen E-Sports, GoPay Hadirkan fitur FAMS GG dan CHAMPS GG

Head of corporate communication Gopay, Winny Triswandhani mengatakan, Gopay terus berupaya untuk memperluas pembayaran nontunai serta manfaat dan kemudahannya ke masyarakat. Untuk mendukung ekosistem pembayaran nontunai, Gopay meluncurkan pembayaran melalui kode QR di April 2018 untuk bisa digunakan di rekan usaha non-layanan Gojek.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hal ini kami lakukan agar masyarakat luas, terutama UMKM dan pedagang kaki lima mulai merasakan keuntungan non-tunai. Misalnya, dengan pemanfaatan metode pembayaran nontunai dengan Gopay, rekan-rekan UMKM kami kini bisa memiliki pencatatan arus kas yang lebih baik dan tidak bingung dengan uang kembalian," kata Winny kepada VIVA di Jakarta, Rabu 6 Maret 2019.

img_title 6 Cara Top Up Magic Chess: Go Go di GoPay Games, Mudah Dan Anti-Ribet!

Gopay telah menggandeng 300 ribu rekan usaha di mana 40 persen di antaranya adalah UMKM. Pesatnya pertumbuhan ekosistem pembayaran digital Gopay membuat Gojek menjadi salah satu perusahaan digital terbesar di Indonesia. 

Gojek mencatat gross transaction value (GTV) atau transaksi pengguna mencapai US$9 miliar atau setara Rp125 triliun sepanjang 2018. Adapun transaksi penggunaan Gopay mencapai US$6,3 miliar atau setara Rp87 triliun. Angka ini setara dengan 69,6 persen dari transaksi keseluruhan Gojek.

img_title Jalin Hubungan Personal ke Pelanggan, Kartu Ucapan Ultah GoPay Bisa Dibagikan ke Medsos

Presiden Direktur OVO, Adrian Suherman mengatakan, saat ini sekitar 60 juta pengguna telah mengunduh OVO dengan ekosistem sudah lebih dari 30 ribu merchant, 200 kota, dan 400 mal. Menurut dia, inisiasi awal berdirinya OVO adalah karena melihat ada potensi yang sangat besar untuk pembayaran digital di Indonesia. Banyak sekali perusahaan yang ingin masuk ke ekonomi digital untuk mengembangkan bisnisnya tapi mereka tak bisa.

"Sedangkan, pengguna digital di sini pertumbuhannya semakin meningkat. Melalui ekonomi digital maka pasar mereka akan lebih terbuka dan bisa menjangkau ke seluruh Indonesia," kata Adrian. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut