Selanjutnya, masa depan uang elekteronik..
Masa Depan Uang Elektronik
Besarnya pengguna Gopay dan OVO menunjukkan masyarakat Indonesia sudah mulai beralih ke layanan digital sebagai transaksi pembayaran. Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi pembayaran digital atau uang elektronik mencapai Rp47,19 triliun sepanjang 2018.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual mengatakan, pembayaran digital merupakan bagian dari evolusi sistem pembayaran dari uang kertas ke elektronik. Kompetisi dan penyedia layanan pembayaran digital sekarang bukan hanya bank, ada nonbank dengan uang digital, seperti Gopay dan OVO.
"Keuntungan uang elektronik orang lebih mudah transaksi dan lebih bergerak cepat bertransaksi," ujarnya.
Namun pada kenyataannya, perusahaan teknologi finansial dalam pengembangan pembayaran digital di Indonesia masih harus bersaing dengan uang tunai. Menurut Bank Indonesia pasar pembayaran digital masih sekitar satu persen. Angka itu disebut tergolong kecil jika dibandingkan dengan negara lain seperti China atau India yang mencapai 80 persen.
![]()
Peluncuran LinkAja
CEO PT. Manajemen Kinerja Utama, sebuah firma konsultan yang bergerak dalam bidang corporate performance management Yodhia Antariksa mengatakan, potensi penerimaan dari transaksi pembayaran digital sebenarnya sangat masif, namun sayang masih terganjal regulasi Bank Indonesia. Yakni, peluang agar akun Gopay dan OVO bisa menerima penyimpanan uang secara unlimited atau tak terbatas, dan kemudian diberikan izin untuk memberikan kredit online bagi jutaan user-nya.
Saat ini batas maksimum penyimpanan uang di Gopay masih hanya Rp10 juta. Harusnya bisa dinaikkan menjadi unlimited, dan kemudian diizinkan juga memberikan kredit online. "Sukses besar Alipay dan WeChatPay di China karena mereka juga diizinkan untuk memberikan kredit atau pinjaman dana kepada jutaan usernya," ujarnya.
Dia mengatakan, Gopay tengah melakukan promosi besar-besar dengan cashback hingga 30 persen di banyak merchant agar banyak orang tertarik menggunakan Gopay. Harapannya setelah tergiur dengan iming-iming cashback, jutaan user baru itu lalu akan tetap menjadi pelanggan loyal Gopay, dan tetap akan bayar menggunakan Gopay bahkan jika tak ada lagi cashback.
"Tapi, apakah ini akan terjadi? Belum ada yang tahu pasti. Sejauh ini, saya mungkin masih akan terus memakai kartu debit untuk hampir semua transaksi offline saya, belum mau pindah ke Gopay," katanya.Â