VIVAnews - Gedung mewah berlantai lima itu sepi dan lengang. Halaman parkir luas. Tapi mobil dan motor yang berbaris di sana cuma sedikit. Parkir di basemen juga terlihat sepi. Kendaraan bisa dihitung dengan jari. Para tetamu, Kamis pagi, 10 Desember itu juga cuma sedikit.
Ya. Ini Rumah Sakit (RS) Omni International, yang namanya melambung bersama cerita duka seorang Ibu beranak dua bernama Prita Mulyasari. Dulu rumah sakit ini ramai didatangi pasien. Menjadi rujukan jenis penyakit tertentu. Pernah menggondol penghargaan Super Brand sebagai rumah sakit dengan layanan terbaik.
Tapi perseteruan dengan Prita mengubahnya menjadi nyaris kelabu. Petinggi Omni yang mengugat Prita – dengan tuduhan pencemaran nama baik- dilawan publik dengan rupa-rupa cara. Belakangan, setelah pengadilan menghukum Prita degan denda Rp 204 juta, simpatisan Prita ramai-ramai mengumpulkan koin guna membayar denda itu.
Dan vonis publik itu bergerak ke arah yang berlawanan dengan vonis para hakim dari ruang pengadilan. Dalam sebuah pameran yang digelar di Komplek Ruko Boulevard, BSD City, Tangerang Selatan, Banten pada 10 – 13 Desember 2009, gerai pengobatan gratis RS Omni terlihat sepi. Sedang gerai RS Ichsan Medical Centre, yang berdiri diseberangnya dijubeli pengunjung.
“Cerita soal RS Omni sudah beredar luas di masyarakat. Jadi takut-takut gitu periksa di situ,” kata Maya saat ditanya kenapa tak periksa di gerai Omni. Walau masih ada yang setia berobat ke sana, banyak pasien yang ragu-ragu seperti Maya.
Cerita tentang “kesepian” itu dibenarkan oleh Hadi, Sekretaris Manager RS Omni. Gerakan “Koin untuk Prita” memang mempengaruhi kunjungan ke rumah sakit ini. Hal yang sama diakui oleh Promotion Communication, Ogi Anna. “Sejak kasus Prita mencuat memang ada penurunan signifikan. Kami harus berjuang keras meyakinkan masyarakat atas opini buruk ini.”
Omni tampaknya harus mulai dari bawah lagi untuk meyakinkan publik. Padahal dia bukan pemain baru dalam dunia kesehatan. Omni di Serpong itu adalah pengembangan dari rumah sakit Omni Medical Center yang berlokasi di Pulomas Barat VI.
Pendahulunya di Jakarta Timur itu sudah berdiri sejak 1972 dengan nama Rumah Sakit Ongko Mulyo. Pada 2001, rumah sakit ini berganti nama menjadi Omni Medical Center.
Sedangkan, Omni International di Tanggerang itu berdiri pada 30 April 2008. Dengan lokasi strategis, Omni berambisi menjaring pelanggan dari dalam dan luar negeri untuk berobat ke sini. Apalagi, akses jalan tol langsung menuju bandara Soekarno Hatta tengah dibangun.
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, Omni berniat membangun Hotel dan Mall di kawasan seluas 1,2 hektare tersebut. Rumah sakit ini memiliki 250 kamar yang terletak di lantai dua, tiga dan empat. Lantai satu digunakan untuk layanan unit gawat darurat, serta fasilitas pendukung lainnya.
Siapa pemilik rumah sakit ini belum banyak informasi yang didapat. Menurut sumber VIVAnews, rumah sakit ini diduga berada di bawah grup bisnis yang didirikan oleh pengusaha Kaharuddin Ongko. Diduga pengelolaannya sudah diwariskan kepada salah seorang putranya.
Kaharuddin Ongko merupakan salah satu pemilik Bank Umum Nasional (BUN) yang sudah dibekukan saat krisis ekonomi pada 1998. Ongko termasuk debitor Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
Sekarang, bisnis Grup Ongko masih berkibar di Indonesia. Grup ini memiliki sejumlah properti di Sudirman dan pasar Senen Jakarta, pabrik keramik di Bogor, dan rumah sakit. Irsanto pernah pada 2007 lalu masih menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Keramika Indonesia Assosiasi.
Saat dikonfirmasi kabar ini, Marketing Communication Omni International dr Grace Hilza Yarlen Nela membantahnya. “Saya mengikuti proses pengadilan sejak awal, tidak ada yang ajaib, semuanya mengikuti prosedur,” kata Grace kepada VIVAnews, Jumat malam, 11 Desember 2009.
Soal kepemilikan OMNI itu, Grace mengaku tidak tahu siapa pemiliknya. Dia pernah mendengar nama salah seorang putra Kaharuddin , tetapi Grace tidak tahu apakah dia sebagai pemilik rumah sakit ini. “Yang saya tahu, rumah sakit ini dimiliki oleh konsorsium, tetapi detailnya siapa saya tidak tahu,” katanya.
Keluarga Ongko tidak berhasil dikonfirmasi. Ketika VIVANews menghubungi salah satu putra Kaharuddin yang bernama Irjanto Ongko, ponselnya dipegang oleh seorang bernama, Joni. “Maaf, saya tidak bisa memberikan penjelasan apapun,” ujar Joni yang mengaku sopir Irjanto.
Di tengah terjangan opini buruk itu, Direktur Omni International, Bina Ratna tengah berjuang agar kasus ini tidak berlanjut. Dia juga berharap aksi boikot diakhiri. “Kalau rumah sakit tutup, ada 1000 karyawan terancam PHK,” kata Bina saat jumpa pers, Jumat.
Halaman Selanjutnya
Laporan: Rukhyat Soheh | Tangerang
Topik Terkait
Jangan Lewatkan
Kapten Timnas Indonesia Kevin Diks menceritakan pengalaman takjubnya merasakan atmosfer gila suporter di SUGBK usai membantai telak Timnas Bangladesh 9-2.
Update Ranking FIFA Timnas Indonesia usai Bantai Bangladesh 9-2 di ASEAN Cup 2026
Bola
11 menit lalu
Timnas Indonesia meraih tambahan 2,66 poin usai menang 9-2 atas Timnas Bangladesh di ASEAN Cup 2026, menjaga posisi Skuad Garuda di peringkat 117 dunia.
Jadwal SIM Keliling pada Jumat 2 Oktober 2026 di Jakarta, Bogor, Bekasi dan Bandung. Cek lokasi pelayanan, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta C.
6 Zodiak Paling Sulit Ditaklukkan, Tapi Jika Berhasil Dimiliki Bisa Bikin Hoki
Lifestyle
19 menit lalu
Dalam astrologi, sejumlah zodiak kerap dikaitkan dengan karakter selektif saat memilih pasangan. Mereka tidak selalu menunjukkan ketertarikan secara terang-terangan.
Pesan PDIP untuk Kapolri Baru: Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan
Nasional
21 menit lalu
PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan dukungan terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru menggantikan Listyo Sigit
Sosok Jenderal Suyudi di Mata Listyo Sigit: Bekerja Keras dan Punya Integritas Tinggi
Nasional
21 menit lalu
Listyo Sigit menilai Suyudi merupakan sosok tepat untuk memimpin institusi Polri. Listyo Sigit menilai Suyudi sebagai sosok pekerja keras dan memiliki integritas tinggi.
Terpopuler
Reaksi Warga Malaysia Usai Dipecundangi Timnas Indonesia dan Gagal Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026
Bola
2 Okt 2026
Timnas Malaysia gagal melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 meski meraih kemenangan telak 6-0 atas Singapura pada laga terakhir Grup A.
Pertandingan Singapura vs Malaysia
Suporter Garuda Makin Curiga Isu Singapura Lepas Laga Usai Malaysia Pesta Gol 6-0, Minta Erick Thohir Laporkan ke FIFA
Bola
2 Okt 2026
Hasil Malaysia vs Singapura 6-0 kembali memicu dugaan The Lions lepas laga. Suporter Garuda meminta Erick Thohir membawa isu tersebut ke FIFA untuk diperiksa.
Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, mengakui Malaysia memang layak lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, kemenangan telak 6-0 Harimau Malaya atas timnya tetap tidak
Pengakuan Pelatih Bangladesh Setelah Dihancurkan Timnas Indonesia 2-9, Singgung Peringkat FIFA
Bola
2 Okt 2026
Pelatih Bangladesh Thomas Dooley menyampaikan pengakuan jujur usai dihancurkan Timnas Indonesia 2-9. Ia menyoroti perbedaan kelas hingga pengalaman pemain.
John Herdman Ungkap Pengakuan Jujur usai Timnas Indonesia Bantai Bangladesh 9-2 dan Tembus Final
Bola
2 Okt 2026
John Herdman memberikan pengakuan jujur usai Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. Herdman puji komitmen tim dan kecam perundungan siber.
Selengkapnya
Partner
Pemuda Asal Serang Tembus Panggung Dunia, Achmad Syarif Wakili Indonesia di Konferensi Imam Internasional Bergengsi
Banten
5 jam lalu
Achmad Syarif, pemuda asal Serang, Banten, dipercaya menjadi delegasi Indonesia dalam International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang diikuti imam besar dari 46
Film drama komedi Conjurig tayang serentak di bioskop mulai 1 Oktober 2026. Kisah para cosplayer hantu Asia Afrika Bandung karya sutradara Tubagus Deddy.
Calon Kapolri Suyudi Ario Seto Berjanji Hapus Fenomena No Viral No Justice di Polri
Ceritakita
5 jam lalu
Komjen Suyudi Ario Seto disetujui Komisi III DPR sebagai calon Kapolri baru. Ia berjanji menghapus fenomena no viral no justice dan membenahi pelayanan Polri menyeluruh.
Selamat! Julie Estelle Umumkan Kelahiran Anak Kedua yang Berjenis Kelamin Laki Laki
Ceritakita
5 jam lalu
Julie Estelle mengumumkan kelahiran anak keduanya yang berjenis kelamin laki laki. Bayi bernama Julian Luke Tjiptobiantoro itu lahir pada 23 September 2026 lalu.
Selengkapnya
Isu Terkini