- ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Ketentuan mengenai ambang batas parlemen sebesar 4 persen tertuang dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Ambang batas empat persen membuat satu parpol harus mengumpulkan sebanyak lima juta suara untuk masuk ke parlemen. Jumlah itu cukup besar dan akan membuat partai harus bekerja keras memenuhi kuota tersebut. Pemilu 2014, ambang batas parlemen yang ditetapkan hanya sebesar 3,5 persen. Angka empat persen ini adalah angka tertinggi yang pernah ditetapkan sebagai ambang batas parlemen.
Survei litbang Kompas yang dirilis pada Kamis, 21 Maret 2019, menunjukkan hanya PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, dan PKS. Sementara partai yang diprediksi nyungsep antara lain PKPI, Garuda, PBB, Berkarya, Perindo, Hanura, PSI, PAN, PPP, dan Nasdem. Kondisi ini tak beda jauh dengan hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia. Menurut LSI, yang merilis hasil surveinya pada Januari 2019, hanya PDI Perjuangan, Gerindra, Demokrat, Golkar, dan PKB yang dianggap aman. Sementara PPP, Nasdem, PKS, PAN, dan Hanura adalah lima partai yang paling terancam tak lolos PT.
Sekitar September 2018, lembaga survei LSI Denny JA juga menyampaikan, ada 11 partai yang diprediksi tak lolos ambang batas parlemen. Sebelas partai yang diprediksi terancam adalah PKS, PPP, NasDem, Perindo, PAN, Hanura, PBB, PSI, Partai Berkarya, Partai Garuda, dan PKPI. Menurut LSI Denny JA, 11 partai tersebut masih bisa lolos jika mampu memainkan strategi untuk meningkatkan elektabilitasnya.
![]()
Dua siswa sedang memperhatikan parpol peserta Pemilu 2019
Meski hasil survei memperlihatkan data yang berdampak besar, namun partai-partai yang diprediksi tak lolos ambang batas menanggapi dengan santai. Seperti tanggapan ringan Afriansyah Noor, politisi PKS Mardani Ali Sera mengaku tak kaget dengan hasil survei yang banyak beredar. Menurut dia, PKS sudah sering disebut hanya mampu meraup angka maksimal tiga persen. Tapi faktanya, PKS selalu berhasil menempatkan kadernya di kursi parlemen. Untuk Pemilu kali ini, PKS juga tak mau bergantung pada hasil survei. Mardani menyampaikan, kader PKS tetap bekerja keras agar mereka tak sekadar lolos ambang batas parlemen, tapi juga mampu mengejar target suara.