SOROT 552

Pindah Ibu Kota

Sorot presiden tinjau lokasi calon ibu kota
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Pro Kontra

img_title Update Perkembangan Karhutla, BNPB Ungkap Titik Panas di Kalbar Tembus 7.377

Ketua Komisi II DPR RI, Zainudin Amali termasuk yang mendukung rencana pemindahan ibu kota. Ia sepakat bahwa Jakarta sudah semakin tak layak untuk memikul beban sebagai ibu kota. Menurut dia, Jakarta yang saat ini menjadi pusat pemerintahan dan pusat bisnis sudah semakin crowded.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Memang kondisi Jakarta sebagai ibu kota negara, sebagai pusat bisnis, sekarang ini sudah tidak memadai. Tingkat kemacetan, kebutuhan akan hunian, dan sebagainya sudah semakin berat," ujarnya. 

img_title Orangutan Kalimantan Ditemukan dalam Kondisi Lemah Diduga Terpapar Asap Karhutla

Namun, tak semua menganggap pindah ibu kota sudah sangat urgen dan harus dilakukan. Pandangan berbeda soal rencana pemindahan ibu kota disampaikan oleh pengamat Tata Kota sekaligus Peneliti Pusat Studi Perkotaan dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga. Ia menganggap, pemerintah perlu meninjau kembali rencana tersebut.

Sorot jakarta banjir

img_title Fakta CH-47, Helikopter 'Raksasa' Jepang yang Dikerahkan Bantu Tangani Karhutla Kalimantan

Jakarta terendam banjir

Menurutnya, ada tiga persoalan yang saat ini mendera Jakarta, yaitu banjir, macet, dan padatnya masyarakat urban. Menurut Nirwono, jika tiga hal itu bisa diselesaikan, maka pemindahan ibu kota tak perlu dilakukan. "Pemindahan ibu kota baru harus benar-benar dikaji ulang dengan matang. Banjir, kemacetan, dan urbanisasi tidak bisa menjadi alasan utama pemindahan ibu kota," ujarnya. 

Bahkan jika tujuan pemindahan untuk pemerataan pembangunan, Nirwono mengusulkan, dana ratusan triliun yang akan digunakan untuk pemindahan ibu kota justru lebih baik digunakan untuk percepatan pembangunan di berbagai wilayah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia yakin, jika dana ratusan triliun itu digunakan untuk membangun transportasi massal, penyediaan air bersih, pengolahan limbah, pengendalian banjir, penambahan pasokan air, hingga membangun perumahan baru, maka tiga problem besar Jakarta bisa teratasi sehingga tak perlu ada rencana pindah ibu kota. 

Sementara menurut Asvi Warman Adam, pertanyaannya bukan tentang urgen atau tidaknya pemindahan ibu kota, tapi seberapa urgennya persatuan Indonesia.  Menurut Asvi, sejogjanya pemindahan ibu kota dilakukan dalam kerangka seberapa penting kita melihat persatuan Indonesia dengan cara memindahkan ibu kota ke Indonesia bagian tengah. Karena dengan pemindahan ibu kota itu, diharapkan  pembangunan itu tidak hanya tersentral di Jawa, tetapi juga terjadi di Indonesia bagian tengah. Dengan konsep ini, pembangunan juga diharapkan berdampak sampai ke Indonesia bagian timur. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut